BANTENRAYA.COM – Imbas dari kenaikan harga beras di Kabupaten Lebak, membuat tukang bubur ayam Cirebon menaikan harga bubur.
Diketahui, jika semula harga bubur ayam Rp 12 ribu sekarang naik menjadi Rp 14 ribu per porsi.
Sedangkan untuk harga setengah porsi Rp 8 ribu naik Rp 10 ribu. Kenaikan sudah berlangsung sejak 4 hari lalu.
Baca Juga: Oke Gas! Untuk yang Ketiga Kalinya, Bupati Serang Raih Pengharagan di Baznas Award 2024
Berdasarkan informasi, harga beras premium di pasaran naik menjadi 18 ribu yang sebelumnya Rp 14 ribu per liter, dan harga beras biasa Rp 10 ribu naik menjadi Rp 15 ribu.
Salah seorang pedagang bubur ayam di Kampang Sumur Buang, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Umay mengaku, terpaksa harus menaikan harga bubur karena, beras di pasaran mahal.
“Mau bagaimana lagi, kalau tidak dinaikan, rugi besar, soalnya untung dari jualan bubur tidak seberapa,” kata dia kepada Bantenraya.com, Kamis 29 Februari 2024.
Baca Juga: Zuka Bistro, Resto Ramah Anak di Kota Cilegon dengan Iga Bakar Lezat Parah, Mau Lagi dan Lagi
Ia mengungkapkan, harga bubur per porsi semula Rp 12 ribu naik menjadi Rp 14 ribu. Sedangkan untuk setengah porsi Rp 8 ribu naik menjadi Rp 10 ribu.
“Naik cuman Rp 2 ribu ya, pelanggan juga sepi karena harga naik. Tapi suka ada saja yang beli mah,” ucapnya.
Umay menuturkan, sangat heran kenapa harga beras naik. Namun stok di gudang dikatakan aman sampai bulan Ramadhan.
Baca Juga: PAN Kibarkan Bendera Perang, Helldy dan Sanuji Dapat Penantang Baru di Pilkada 2024
“Aneh saja, padahal kan stok aman, kalau aman kenapa harus naik ya. Itu yang membuat hati saya sakit,” jelas Umay.
Akibat kenaikan harga bubur, omzet penjualan berkurang, biasanya per hari bisa raup Rp 500 ribu menjadi Rp 200 ribu.
“Sulit banget sekarang mah, semoga saja harga beras turun ya, soalnya saya juga kena imbasnya,” tutup Umay.
Baca Juga: Nilai Pelayanan Buruk, Pemuda Bakal Geruduk Puskesmas Menes Bawa Deretan Tuntutan
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang, Agung Trisakti mengatakan, harga beras akan kembali stabil.
Adapun caranya dengan menggencarkan dua program antara lain, beras Stabilitas Pangan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan.
“Kami sudah adakan bantuan berapa hari lalu, Insya Allah nanti harga beras kembali normal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kenaikan disebabkan bukan karena stok yang menipis. Namun terdampak cuaca ekstrem pada tahun 2023.
“Untuk per hari ini, stok ada di angka 3.300 ton. Yang mana stok tersebut sangat mencukupi, mengahadapi bulan Ramadan, Insya Allah mencukupi,” ucapnya.
Lebih lanjut, untuk persediaan di bulan Ramadan stok beras di Lebak-Pandeglang sangat cukup, jika ada kekurangan Perum Bulog Lebak-Pandeglang akan mendapat distribusi lagi.
Baca Juga: Jajakan PSK, Wanita Paruh Baya di Kabupaten Serang Didakwa TPPO
“InsyaAllah tenang, untuk bulan Ramadan sangat mencukupi, kalau kurang, nanti akan mendapat tambahan lagi, apabila dibutuhkan,” papar Agung. ***
















