BANTENRAYA.COM – Harga beras premiumdi Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon terus mengalami kenaikan.
Kenaikan harga beras tersebut ditengarai terjadi karena tingginya ongkos logistik yang dikeluarkan.
Sebab, stok yang ada sekarang diambil dari Jawa Tengan. Untuk di Banten, Jawa Barat dan Sumatera ditengarai masih minim sehingga berdampak ke harga beras di pasaran.
Baca Juga: Pleno Perolehan Suara Pemilu 2024 di Gunungkencana Lebak Ricuh, Caleg NasDem Protes Keras ke PPK
Untuk sekarang, harga beras di agen di Kota Cilegon sudah menyentuh sampai Rp17 ribu.
Bahkan, harga di pedagangan eceran sudah menentuh sampai Rp20 ribu per kilo.
Salah seorang agen beras Rohmat menyatakan, stok yang tersedia berasal dari Jawa karena di sini tidak ada beras.
Baca Juga: University War Resmi Lanjut Season 2, Berikut Jadwal Tayang Hingga Bocoran Lain dari Rumah Produksi
Ia menegaskan, hal itu yang membuat beras semakin mahal, karena ongkos logistik yang semakin bertambah.
Harga beras premium sebelumnya mencapai Rp16.500 sekarang menjadi Rp17 ribu per kilo untuk harga eceran.
Selama ini stok masih aman. Namun, memang mendapatkanya dari luar Banten yakni Jawa Tengah.
Baca Juga: Jadi Pasutri di Drakor Queen Of Tears, Lee Joo Bin dan Kwak Dong Yeon Pamer Kemesraan
“Harganya yang dijual Rp17 ribu per kilo. Naik lagi, karena sebelum pemilu kemarin sudah mencapai Rp17 ibu per kilo,” jelasnya, Kamis 22 Februari 2024.
Rohmat menyatakan, saat ini mendapatkan beras dari Jawa Tengah, Sebab, Banten, Jawa Barat dan Sumatera masih kosong.
“Dari Jawa jadi ongkos logistik makin naik,” ucapnya.
Salah satu pembeli Nunung, menyatakan membeli beras tersebut untuk di jual kembali di warung miliknya. Saat ini dirinya menjual dengan harga Rp19 ribu sampai Rp20 per kilo.
“Saya beli disini buat di jual lagi di warung, bisa selisih Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” ujarnya. ***















