BANTENRAYA.COM – Polres Lebak akan menyelidiki harga beras dan kebutuhan pangan yang terus mengalami kenaikan.
Hal tersebut dilakukan Polres Lebak karena khawatir ada oknum yang memonopoli harga beras serta menimbun kebutuhan pangan.
Diketahui, harga beras semula Rp 14 ribu-Rp 15 ribu naik menjadi Rp 15 ribu-Rp 17 ribu perliter dan hal itu ikut menjadi sorotan Polres Lebak.
Baca Juga: Spoiler Solo Leveling Episode 8, Sung Jin Wo Bertarung Bersama dengan Rekan Lama
Kapolres Lebak AKBP Suyono mengatakan, harga pangan khususnya beras di pasaran saat ini sudah tidak terkendali dan membuat masyarakat menjerit.
Lebih lanjut, untuk menelusuri kenaikan beras, Polres Lebak sudah memerintahkan agar Satreskrim melakukan penyelidikan kenapa harga beras terus naik usai Pemilihan Umum (Pemilu).
“Sebelum Pemilu digelar stok pangan aman hingga Ramadhan, namun setelah pemilu stok pangan dinyatakan terbatas dan langka, ini yang akan kita cari tau,” katanyan kepada Bantenraya.com, Rabu 21 Februari 2024.
Ia mengungkapkan, Polres Lebak tidak akan tinggal diam dan fokus melakukan pengecekan ke pasar-pasar serta lokasi lainnya terkaitan dengan kenaikan harga pangan selain beras.
“Hingga saat ini kami belum menemukan adanya penimbunan pangan, namun jika nanti ditemukan akan tindak tegas,” ucapnya.
Kapolres meminta, agar Pemerintah khususnya Dinas Perdagangan (Disperindag) Lebak dan Bulog agar segera melakukan Operasi Pasar (OP) untuk menekan harga pangan yang saat ini sudah sangat tinggi.
Baca Juga: Back to The Past, Rama Pala Coffee and Eatery Kota Serang, Tawarkan Sensasi Ngopi Era Tahun 1945
“Mudah-mudahan dengan kami bergerak bisa mengintervensi sejumlah harga bahan pokok di pasar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Lebak Yani menyampaikan, stok beras berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan sedang mengalami defisit sebesar 2,7 juta ton pada periode Januari-Februari 2024.
“Situasinya sedang ada tekanan dari produksi, sebagian petani telat tanam, baru Januari tanam, tentunya kami akan segera bertindak,” singkat Yani. ***
















