BANTENRAYA.COM – Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, digemparkan oleh sebuah tragedi yang mengakibatkan seorang anak tewas tenggelam di lubang bekas galian pasir.
Anak kecil tersebut tengah bermain bersama temannya di pinggir lubang bekas galian pasir di Kecamatan Pamarayan, namun nyawanya tak terselamatkan ketika terpeleset.
Informasi mengenai kejadian ini diunggah oleh akun Instagram @bantenraya pada 19 Februari 2024, dengan kronologi kejadian yang menyayat hati.
Baca Juga: Ada Data Anomali, KPU Provinsi Banten Lakukan Koreksi Data Ekstrem Si Rekap
Peristiwa tragis ini bermula saat lima orang anak sedang bermain di area bekas galian pasir.
Bekas galian pasir tersebut berlokasi di Jalan Pamarayan-Harendong, dekat Kompleks Perumahan Graha Duta Pamarayan, Kampung Cinanggerang, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten.
Mereka tengah asyik memancing, namun tanpa diduga, empat di antaranya terpeleset dan tercebur ke dalam lubang bekas galian pasir.
Baca Juga: Ikuti Kegiatan Assessment, ASN Pemkab Serang Disuguhi 500 Soal Dalam Waktu Segini
Segera setelah tercebur, anak-anak itu saling membantu untuk keluar dari lubang. Tiga di antaranya berhasil selamat, namun satu anak lainnya sempat menghilang.
Area sekitar langsung ramai oleh warga yang berusaha membantu. Mereka melakukan pencarian dengan harapan menemukan anak yang hilang tersebut.
Sayangnya, upaya tersebut berakhir tragis ketika anak tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa sekitar pukul 17:25.
Baca Juga: Tips Khatam Al Quran 30 Juz Selama Ramadhan, Dijamin Berhasil Anti Mager-mager Club!
Dalam video yang beredar, terlihat bagaimana warga berusaha menyelamatkan anak tersebut.
Orang tua korban yang tiba di lokasi terlihat hancur dan tak bisa menahan tangis saat melihat anaknya sudah tak bernyawa.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya keamanan dan pengawasan di sekitar area berbahaya seperti lubang bekas galian pasir.
Semoga keluarga korban diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, dan semoga tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.***













