BANTENRAYA.COM – Sebanyak empat anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di Kota Cilegon pingsan saat proses pemungutan dan penhitungan suara atau tungsura Pemilu 2024.
Hal ini disebabkan proses tungsura baru selesai pada pukul 00.00 WIB, bahkan di beberapa tempat pemungutan suara atau TPS baru selesai pukul 03.00 WIB.
Empat anggota KPPS pingsan saat proses tungsura itu dibenarkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Cilegon Patchurrohman.
“Iya, memang ada empat anggota KPPS pingsan, semuanya perempuan,” kata Fatur panggilan akrab Patchurrohman kepada wartawan saat ditemui di ruangannya, Kamis, 15 Februari 2024.
Fatur menjelaskan, empat orang yang pingsan tersebut berada di berbeda kelurahan dan kecamatan.
Dua orang yang pingsan, paparnya, dari Kecamatan Jombang, di Kelurahan Panggungrawi dan Gedong Dalem.
“Duanya lagi di kecamatan yang sama tapi beda kelurahan yakni di Kecamatan Ciwandan, Kelurahan Tegal Ratu dan Kelurahan Randakari,” ungkapnya.
Menurutnya, sebelum kejadian, empat orang tersebut sempat muntah dan mengeluhkan pusing.
Namun, dengan adanya petugas kesehatan di masing-masing TPS tersebut, membuat kejadian bisa langsung ditangani.
Baca Juga: Kapolres Serang Sambangi Rumah PTPS Pemilu 2024 yang Meninggal Dunia Saat Tugas
“Jadi faktornya karena kelelahan dan perlu perawatan intensif, tapi syukur Alhamdulillah responsif dari Dinas Kesehatan dengan sigap dan langsung ditangani dengan cepat, langsung diperiksa dan diberi pertolongan pertama,” tegasnya.
“Dan Alhamdulillah kabarnya kondisi empat petugas KPPS sudah dalam keadaan baik dan sehat,” lanjutnya.
Fatur mengungkapkan, saat kejadian, keadaan empat petugas KPPS tersebut berbeda, ada yang langsung pingsan, lalu ada yang lemas, pusing dan mual-mual terlebih dahulu.
“Jadi mungkin asam lambungnya kena, tapi ketika diobservasi dokter ternyata tidak ada penyakit apa-apa. Mungkin makannya telat, dan lain-lain,” ucapnya.
Baca Juga: Dua Emak-emak di Ciruas Berduel Gara-gara Hal Sepele, Berakhir di Meja Hijau
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon dr. Febri Naldo menyampaikan, proses pencoblosan Pemilu 2024 berjalan lancar.
Febri mengatakan, meskipun berjalan lancar ada beberapa kejadian di mana petugas KPPS mengalami kelelahan karena harus melakukan penghitungan suara sampai larut malam bahkan dini hari.
“Kurang lebih yang sakit itu 13 orang, itu ada yang dari anggota KPPS, ada juga pemilih, dan ada juga dari linmas. Hampir di setiap kecamatan ada,” kata Febri.
Menurut Febri, dari laporan yang diperolehnya, faktor 13 orang ini tumbang rata-rata karena telat makan, sehingga fisik dan badan menjadi lemas.
Baca Juga: Sempat Terjadi Keributan, Bawaslu Sebut Antrean Panjang Buat Pemilih Mengeluh
“Jadi sakit lambungnya kambuh, seperti di Ciwandan, dia pingsan, lalu diobservasi di Puskesmas Ciwandan sampai jam satu malam dirawat, tapi itu karena kelelahan dan telat makan juga,” pungkasnya.***

















