BANTENRAYA.COM – Kabar gembira bagi masyarakat Cilegon yang ingin melakukan bekam, Rumah Sehat Rindu Rosul Thibbun Nabawi Cilegon memberikan keringanan biaya bagi masyarakat yang tidak mampu untuk bekam gratis.
Program bekam gratis dari Rumah Sehat Rindu Rosul Thibbun Nabawi ini dapat didapatkan warga Cilegon dengan ketentuan berlaku.
“Tidak hanya biaya ringan, kalau memang tidak mampu tapi ingin Bekam atau pengobatan lain, ya kami gratiskan. Ada ketentuannya,” ujar Ustadz Udi Mashudi pemilik Rumah Sehat Rindu Rosul Thibbun Nabawi Cilegon.
Baca Juga: Jadwal Tayang Film Horor Lampir Lengkap dengan Sinopsis dan Harga Tiket Nonton di Bioskop
Sebagaimana diketahui, terapi bekam merupakan metode pengobatan yang disunahkan bagi muslim.
Selain bekam, lanjut Udi, klinik pengobatan tradisional yang berlokasi di Jalan Kapten Pierre Tendean, Nomor 70, Lingkungan Komplek PGRI Timur, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang tersebut melayani berbagai macam terapi kesehatan dan pengobatan tradisional lainnya yang sesuai sunah.
“Kami melayani Rukyah Syari’ah, Fasdu, Qiru, dan Hijamah. Kami juga menjual berbagai macam obat Herbal diantaranya British Propolis, Madu, daun Bidara, Habbatussauda, Herba Jawi, sabun Bidara, dan lain- lainnya,” katanya.
Untuk obat Herbal, Udi mengatakan, obat yang paling murah harganya yaitu sabun Bidara, hanya Rp5 ribu per satuannya, dan yang paling mahal British Propolis (BP).
“Herbal yang paling banyak laku saat ini itu Madu, diantaranya madu gholiban, madu murni dari hutan Kalimantan, madu peternakan Riau, dan lain- lainnya. Harga madunya di antara Rp100 ribu sampai Rp200 ribu,” tuturnya.
Udi mengklaim, semua terapi pengobatan yang dilakukan di kliniknya dijalankan sesuai sunah rasul dan merupakan suatu ibadah.
Udi mengingatkan untuk berhati-hati dalam memilih pengobatan tradisional Krena tidak semua klinik pengobatan tradisional sesuai syariat dan sunah rasul.
“Jangan sampai tertipu atau keliru dengan pengobatan yang kelihatannya Islami dengan memakai atribut keagamaan tapi isinya tidak sesuai syariat dan malah merusak akidah kita. Mudah-mudahan masyarakat bisa lebih teliti,” pungkasnya.***


















