BANTENRAYA.COM – Bencana banjir masih melanda 4 kecamatan di Kabupaten Pandeglang pada Senin, 5 Februari 2024.
Ketinggian air bervariasi mencapai 50 hingga 80 centimeter.
Berdasarkan data, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran atau BPBDPK Kabupaten Pandeglang mencatat, ada sebanyak 1.573 Kepala Keluarga atau KK terdampak banjir.
Warga korban banjir tersebar di Desa Idaman, Patia, Surianen, Cimoyan, Babakan Kesuik, Ciawi, Rahayu, Pasir Gadung, Kecamatan Patia.
Baca Juga: TAMAT! A Shop For Killers Episode 7 dan 8: Perjuangan Terakhir Ji An Melawan Veil dan Antek-anteknya
Kemudian, Desa Kubangkampil, Pasirkadu, Cibungur, Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, dan Desa Pagelaran, Sukarame, Kecamatan Pagelaran, dan Desa Geredug, Kecamatan Bojong.
Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia, Ilman mengatakan, banjir masih merendam beberapa kampung di desanya. Bahkan, banjir tersebut semakin meningkat.
“Ya, masih banjir. Memang belum ada warga yang diungsikan. Total warga yang kena korban ada 413 KK,” tuturnya.
Kata Ilman, setiap tahun desanya diterjang banjir. Hal itu disebabkan oleh Sungai Ciliman dan Sungai Cilemer yang meluap karena mengalami pendangkalan.
Baca Juga: Camat dan Lurah di Kota Tangerang Ditekankan untuk Jaga Kondusivitas Pemilu 2024
“Sudah biasa musim hujan pasti terjadi banjir tahunan. Bukan dangkal lagi, tapi dalam,” ujarnya.
Kepala Seksi Rehabilitasi Rekonstruksi BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiati membenarkan, dari data sementara ada sebanyak 16 desa di 4 kecamatan yang terdampak banjir.
“Banjir memang belum surut, tapi sebagian sudah surut. Sebagian rumah warga masih ada yang terendam. Saat ini tim kami masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Lilis.
Kata Lilis, banjir yang terjadi tersebut akibat sungai-sungai mengalami pendangkalan.
Baca Juga: Ketua DPW PPP Banten Dorong Sahruji Maju Jadi Calon Walikota Cilegon
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Provinsi Banten untuk bersama-sama melakukan normalisasi.
“Betul sebagian sungai sudah pada dangkal. Nanti kami sampaikan ke balai agar sungai-sungai yang ada di Selatan dinormalisasi, karena sudah dangkal,” ujarnya.***

















