BANTENRAYA.COM – Mayat bayi laki-laki berusia 6 bulan terbungkus handuk yang ditemukan warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang pada, Kamis 25 Januari 2024 diduga dikubur hidup-hidup.
Warga sekitar Rini Afriani mengatakan sebelum penemuan makam berisi mayat bayi, warga melihat pasangan muda-mudi yang berjalan di perkebunan warga.
“Pelaku (diduga pengubur mayat bayi) jalan dari jalan belakang dari kebon. Ada yang liat cewe sama cowo jalan belakang,” katanya saat dikonfirmasi Bantenraya.com, Jumat 26 Januari 2024.
Rini menyebut bukan tanpa alasan, kedua pasangan tersebut lewat perkebunan. Sebab, banyak warga yang tengah menunggu durian.
“Cuma kayanya takut ketauan soalnya banyak orang yang nungguin duren, jadi ga bisa lewat kayaknya,” ujarnya.
Ia menerangkan lubang yang digunakan untuk mengubur bayi sudah dipersiapkan. Sehingga proses penguburan tak membutuhkan waktu lama.
“Terus itu buang bayinya juga, itu udah ngegali tanahnya,” terangnya.
Rini menduga bayi berjenis kelamin laki-laki itu, di kubur hidup-hidup. Sebab, pada malam itu, warga mendengar suara tangisan bayi.
“Jadi orang samping rumah, denger suara bayinya aja pas malem. Iya jadi itu di kubur hidup-hidup,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, makam bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu ditemukan pemilik rumah, saat membersihkan halaman.
Pemilik rumah tak sengaja melihat bekas urugan tertutup puing bangunan sekitar pukul 09.00 WIB.
Awalnya pemilik rumah Musruroh (32) menduga urugan tersebut hanya makam kucing yang baru dikubur.
Baca Juga: Lirik Lagu IU ‘Love Wins All’ dan Terjemahannya, Yang Puncaki Tangga Lagu iTunes di 30 Negara
Namun setelah dicek, terdapat bambu menutupi jasad bayi yang terbungkus kain handuk.
Mengetahui hal itu, Musruroh memberitahukan RT setempat, dan melaporkan penemuan jasad bayi itu ke Mapolsek Pabuaran agar diselidiki.
Kini, jasad bayi telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. ***

















