BANTENRAYA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Kota Serang menyebut penyebab banjir di Kota Serang, salah satunya banyak sampah di saluran air atau drainase.
Warga Kota Serang masih membuang sampah di dalam drainase.
DPUPR Kota Serang mengimbau warga agar membuang sampah pada tempatnya.
Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, penyebab banjir di Kota Serang ada beberapa faktor antara lain, tingginya intensitas curah hujan, penyempitan saluran karena ada bangunan liar atau bangli yang berada di atas saluran air.
Baca Juga: Pajak Hiburan Naik 40-75 Persen, PHRI Provinsi Banten: Sekalian Saja 100 Persen Biar Tutup
Selain itu, lanjut dia, adanya tumpang tindih utilitas jalan berupa kabel telekomunikasi dan pipa PDAM yang melintang di dalam saluran.
“Dan yang terakhir banyaknya sampah yang menghalangi aliran air di saluran drainase,” ujar Iwan Sunardi, kepada Bantenraya.com, Minggu 14 Januari 2024.
Iwan Sunardi menyebutkan, hasil pendataannya titik banjir di Kota Serang mencapai 17 titik lokasi.
17 titik itu di antaranya Jalan Kitapa, Jalan Samaun Bakri, Jalan Kagungan, Jalan Raya Cilegon (dekat SPBU Kepandean), Jalan Kelapa Dua (KH. Sulaeman), Lingkungan Calung Kota Baru.
Baca Juga: KLIK DISINI! Tiga Cara Bersihkan BI Cheking Supaya Mudah Ajukan Kredit ke Bank
Kemudian di Jalan Hasanudin, Lingkungan Cinanggung (Gang Gabus), Komplek Taman Banten Lestari, Lingkungan Kaligandu Tegal, Lingkungan Cimuncang Sidomuncul, Lingkungan Ciputri, Lingkungan KSB, Komplek BIP, Lingkungan Lopang, Lingkungan Cimuncang Sidomuncul, dan Komplek Bumi Agung.
“Titik Banjir tersebar di Kecamatan Cipocok, Kecamatan Kasemen, dan Kecamatan Serang. Titik terbanyak ada di Kecamatan Serang,” sebut dia.
Iwan Sunardi mengaku pihaknya sudah melakukan upaya untuk menangani banjir di Kota Serang. Upaya yang dilakukan pertama, melakukan pembersihan sampah pada saluran drainase.
Kedua, melakukan pengerukan sedimentasi pada saluran drainase, ketiga melakukan pelebaran saluran, dan keempat melakukan Pembangunan saluran drainase yang rusak berat.
Baca Juga: Menangi Derbi London, Chelsea Mulai Jajaki Zona Eropa
“Pembersihan saluran drainase itu rutin kami lakukan sebulan sekali. Dan pemeliharaan pembangunan saluran drainase juga rutin dilakukan setiap tahun,” akunya.
Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, perilaku dan kesadaran masyarakat tentang membuang sampah pada tempatnya dirasakan masih kurang.
“Dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita semua,” kata Nanang Saefudin, kepada Bantenraya.com, Minggu 14 Januari 2024.
Menurut Nanang Saefudin, seberapa hebat dan tuntasnya infrastruktur yang dibangun akan menjadi sia-sia jika kesadaran warga masih kurang.
Baca Juga: Lima Saham Dengan Dividen Yield Paling Tinggi Tahun 2024
“Ini salah satu yang menyebabkan banjir kalau musim hujan datang,” pungkas dia. ***
















