SERANG, BANTEN RAYA- Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten melihat industri kimia sebagai peluang dalam peningkatan perekonomian Provinsi Banten. Sebab, industri tersebut memberikan sumbangan besar pada komponen pertumbuhan ekonomi nasional maupun Banten selama 2020.
Demikian terungkap dalam kegiatan Banten Economic Forum Seri kedua yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten secara virtual, Jumat (16/7/2021). Adapun tema yang di angka adalah membangun hilirisasi industri kimia di Provinsi Banten untuk mendorong ekonomi Banten dan nasional.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, bila berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi nasional maka semua tentu mencari apa yang akan menjadi pendorongnya. Kinerja perekonomian nasional sangat dipengaruhi oleh sektor utama. Itu Diantaranya adalah industri pengolahan, pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan besar dan eceran dan juga sektor konstruksi.
“Sehingga keseluruhan sektor itu menguasai 55 persen pangsa PDB (produk domestik bruto) nasional. Pola laju pertumbuhan PDB nasional cenderung dipengaruhi kinerja sektor tersebut, sehingga kita perlu mengawal untuk sustainable kekuatan sektoral tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA: Rokok Jadi Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan di Banten
Ia menjelaskan, industri pengolahan memberikan kontribusi tertinggi pada pertumbuhan ekonomi. Jika dibelah lagi secara subsektor maka terlihat sektor industri pengolahan terutama dipengaruhi oleh industri kimia, farmasi dan obat tradisional dengan persentase sebesar 11,46 persen. Senada dengan nasional, perekonomian Banten sangat dipengaruhi oleh kinerja industri pengolahan yang menyumbang sebesar 31,46 persen dari PDRB (produk domestik regional bruto) Provinsi Banten.
Terkait hal itu, di akhir 2020 BI bekerja sama dengan Untirta melakukan riset tentang hilirisasi industri kimia. Hasilnya, terlihat banyak dampak positif dari industri hilir kimia. Misalnya, terkait kelebihan output produksi hulu petrokimia yang selama ini diekspor sebanyak 1.132 ribu ton.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
“Jika industri hilir sudah lebih berkembang tentu mampu menyerap kelebihan produksi tersebut. Sehingga kontribusi nilai tambah dari industri petrokimia terhadap PDRB banten juga akan meningkat Rp2,17 triliun dan tambahan tenaga kerja baru sekitar 3.000 orang,” ungkapnya.
Erwin menegaskan, adapun dampak lainnya adalah adanya daya dorong terhadap PDRB yang akan terjadi kenaikan rata-rata 4,3 persen per tahun pada PDRB sektor industri di Banten. Kemudian adanya penambahan unit usaha baru 7,8 persen per tahun. “Berujung pada perkiraan tenaga kerja dan investasi yang menarik dari 2 hingga 3 kali lipat,” tuturnya. (dewa)















