BANTENRAYA.COM – Kasus Buang Air Besar Sembarangan atau BABS di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon masih terjadi.
Saat ini, masih ada 24 kepala keluarga atau KK yang belum memiliki jamban di rumahnya.
Menjadi kelurahan yang paling utara di Kota Cilegon dan beberapa wilayahnya berbentuk perbukitan, membuat beberapa lingkungan kesulitan air bersih untuk penyediaan jamban.
Namun, Pemerintah Kelurahan Pabean terus berupaya keras menuntaskan kasus BABS di kelurahan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.
Pada Jumat, 10 November 2023, 2 KK di Kelurahan Pabean mendapatkan bantuan pembuatan jamban dari program Corporate Social Repsonsibility atau CSR industri yakni Rumah Sakit Krakatau Medika atau RSKM Cilegon.
Pemberian bantuan untuk pembangunan jamban diserahkan secara simbolis ke 2 KK penerima di Aula Kelurahan Pabean.
Pada acara tersebut, turut hadir Camat Purwakarta Suadilah, Lurah Pabean Nurul Hadiyati, Humas RSKM Cilegon Agus Wirawan, serta tokoh masyarakat dan penerima bantuan.
Camat Purwakarta Suadilah mengucapkan terima kasih atas bantuan program CSR RSKM Cilegon.
“Alhamdulillah berkah untuk RSKM Grup, mudah-mudahan ke depan jauh lebih baik dan lebih banyak lagi,” kata Suadilah.
Ia berharap, ke depan ada bantuan serupa dengan jumlah yang lebih banyak.
“Yang belum terakomodir di pemerintah daerah juga ada program serupa, kalau ini sudah semua nanti kita tidak ngurus jamban lagi, tapi ke hal lain seperti ekonomi atau yang lainnya,” ucapnya.
Suadilah menambahkan, masih adanya warga yang BABS, bukan karena faktor ekonomi semata yang membuat warga tak punya jamban.
Baca Juga: Syarat Calon Haji 2024 Diperketat, Minimalisir Banyak Jemaah yang Meninggal hingga Asuransi Bangkrut
“Ada yang memang maunya dibantu, faktor ekonomi juga ada, jadi dua-duanya,” katanya.
Di tempat yang sama, Lurah Pabean Nurul Hadiyati saat memberikan sambutan mengungkapkan, pada awal 2023 ini, ada 30 KK yang belum memiliki jamban.
“Sekarang tinggal 24, 4 sudah dari Program Salira, 2 dari bantuan RSKM. Kami harap nanti RSKM bisa bantu lebih banyak lagi,” harapnya.
Humas RSKM Cilegon Agus Wirawan mengatakan, pmeberian bantuan jambanisasi merupakan CSR RSKM Cilegon.
Baca Juga: Profil Calon Gubernur Banten 2024 Rano Karno Ambil Peran di Film Srimulat Hidup Memang Komedi
“Kami dapat informasi ada warga yang belum punya jamban rumah, indeks pembangunan manusia salah satunya kesehatan. Nah kesehatan ini salah satunya jamban jadi indeks kesehatan,” katanya.
Agus menjelaskan, bantuan yang diberikan berbentuk uang tunai sebesar Rp 3,5 juta per KK.
“Kita juga sudah survey mereka ini sudah punya kamar mandi temboknya bata, tapi tidak ada jamban, kita juga minta pemerintah mengawasi pembangunannya,” harapnya.***















