BANTENRAYA.COM – Komunitas Jejak Sejarah Budaya Karuhun atau Jejaka Cilegon mengingatkan kepada Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon untuk tidak mempolitisasi penamaan museum.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Cilegon berencana akan menyulap Rumah Dinas Walikota Cilegon menjadi museum.
Rencana pemugaan Rumah Dinas Walikota Cilegon menjadi museum rencananya akan dibangun pada 2024 secara bertahap.
Ketua Komunitas Jejaka Cilegon Syaiful Iskandar berharap penamaan museum yang akan menjadi kebanggaan warga Cilegon itu dijauhkan dari unsur kepentingan individu atau golongan.
Baca Juga: Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan Diminta Benahi Segudang Masalah Warisan Pemimpin Sebelumnya
“Pertama catatan saya tentang nama. Nama ini perlu diperhatikan lagi dalam membangun museum. Jangan sampai nama ini sarat akan kepentingan,” katanya kepada Bantenraya.com pada Senin, 6 November 2023.
Syaiful mengusulkan untuk penamaan museum itu menggunakan nama yang bermakna umum dan tidak condong terhadap sesuatu yang mungkin menguntungkan pihak-pihak tertentu.
“Usulan nama sih dari teman-teman Jejaka Cilegon bilang namanya museum Cilegon saja, secara umum saja, karena nanti akan berbicara soal sejarah dan tahun periodesasi,” ujarnya.
Selain soal nama, Syaiful juga menyarankan Pemkot Cilegon untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat berkenaan dengan artefak-artefak yang akan menjadi koleksi di museum nanti.
Baca Juga: Kampung Cibahbul Langganan Banjir, Warga Minta Pemkab Lebak Segera Ambil Tindakan
Saran itu ia sampaikan mengingat Pemkot Cilegon akan melakukan inventarisasi artefak-artefak atau benda peninggalan yang masih dimiliki oleh sejumlah masyarakat Cilegon.
“Kalau nanti terjun ke masyarakat perlu adanya pendekatan sosio-antropologi kepada masyarakat untuk menyampaikan sesuatu itu dengan benar. Karena apa? Kebanyakan masyarakat itu menjaga dan mengkeramatkan suatu benda peninggalan leluhur,” ujarnya.
“Kalau tidak bisa dipinjam, cukup dengan replika saja. Karena kebanyakan di Cilegon mereka tidak mau memberikan kepada pihak pemerintah,” sambung Syaiful.
Secara umum, Syaiful mengaku menyambut baik tentang rencana Pemkot Cilegon yang akan membangun museum di Cilegon.
Baca Juga: 444 Caleg Berpeluang Rusak Konstituen Anggota DPRD Cilegon Petahana
Pasalnya, keberadaan museum dapat menjadi sarana pengetahuan dan pembelajaran bagi masyarakat tentang sejarah Cilegon.
“Ini cukup luar biasa, karena ini yang digadang-gadang oleh teman-teman sejarawan di Cilegon menginginkan bahwa perlu adanya museum sebagai sarana rekreasi edukasi masyarakat,” ucapnya.
“Museum itu menjadi tonggak dalam arti sarana edukasi tidak hanya di kelas, tetapi juga bisa ke lapangan dan museum bisa dijadikan tempat pembelajaran bagaimana anak-anak bisa mempelajarinya langsung,” pungkas Syaiful.***


















