BANTENRAYA.COM – Pada hari Minggu, 29 Oktober 2023, KBST INDONESIA menggelar acara “Alam Di Raksa Wahangan Di Jaga” di Sungai Ci Astam, yang juga bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda yang ke-95.
Acara ini meriah dan disambut antusias oleh para pemuda dan generasi muda Kampung Tegallumbu, Desa Wanasari.
Kegiatan ini diikuti oleh murid-murid SD, pemuda dari Tegallumbu, serta perwakilan dari pemerintah setempat.
Baca Juga: Palestina Kian Mencekam, Sanuji Pentamarta Serukan Galang Bantuan
Ini bukan kali pertama acara semacam ini diadakan, sudah beberapa kali dijalankan dengan penuh semangat oleh komunitas KBST dan pemuda setempat.
Ketua Komunitas KBST, Cep Tendi Novyandillah, menjelaskan bahwa acara ini adalah wujud kesadaran mereka terhadap kelestarian lingkungan dan pendidikan generasi yang peduli terhadap ekosistem di sekitar Sungai Tegallumbu atau Sungai Ci Astam.
Kegiatan ini telah menjadi bagian dari program KBST dan diadakan sekali sebulan.
Baca Juga: SIKAPMU Gelar Reuni Akbar, Hidupkan Gerakan Dakwah Muhammadiyah
Masyarakat sangat mengapresiasi acara ini, namun terdapat juga beberapa yang masih mempertanyakan tentang masalah sampah di sekitar Sungai Ci Astam.
Namun, komunitas ini berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dan mendukung pentingnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, mulai dari tindakan paling kecil yaitu membuang sampah pada tempat yang sesuai.
Cep Tendi Novyandillah menambahkan, “Selain air sungai yang jernih dan keragaman ekosistemnya, kami berharap generasi berikutnya bisa menjadi contoh dan menikmati ekosistem Sungai Ci Astam ini, serta para warga dapat saling menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Namun, kita juga harus berhati-hati agar tidak merusak lingkungan sekitar.”
Kegiatan seperti mendaki gunung, menjelajah goa, dan menyusuri sungai selalu memberikan pengalaman dan cerita yang unik bagi para peserta.
Menyusuri aliran sungai memungkinkan mereka untuk memahami ekologi sungai, termasuk fauna dan bahayanya, serta bagaimana melaksanakan evakuasi di sungai.
Ragam aktivitas di sungai telah berkembang, termasuk berjalan di sungai dan berenang melintasi sungai (Topan Aribowo).***















