BANTENRAYA.COM- Bos Perusahaan Otobus (PO) Sudiro Tungga Jaya, Ki Agus Muhammad Sidik, buka-bukaan soal usahanya.
Pria yang biasa disapa Ki Agus tersebut menceritakan suka duka bisnis di bidang transportasi.
Cerita tentang suka duka Ki Agus dalam bisnis di dunia transportasi diungkapkan dalam sebuah video yang diunggah akun youtube milik Karoseri Laksana, yaitu Laksanabus dengan judul ‘Edisi Spesial Bersama Ki Agus Sudiro Tungga Jaya’, diunggah pada pekan lalu.
Baca Juga: 14 Motif Batik Khas Pandeglang yang Kini Sudah Punya HAKI
Video wawancara yang dipandu host bernama Lek Lang bersama Ki Agus, dilakukan di garasi PO Sudiro Tungga Jaya, Magetan, Jawa Timur, dengan bertalar bus premium milik PO Sudiro Tungga Jaya buatan karoseri Laksana.
Ki Agus menceritakan awal mula terjun ke dunia transportasi.
Ki Agus memulainya pada 2014 lalu dengan sektor bisnis bus pariwisata dengan 6 unit armada.
Baca Juga: 56 Gempa Bumi Goyang Banten Selama September 2021
Saat itu, namanya Agam Tungga Jaya.
Tiga tahun berselang, usaha bus pariwisata Ki Agus terus berkembang.
Pada 2017 sudah mempunyai sekitar 15 sampai 20 unit bus Agam Tungga Jaya.
Baca Juga: Cuma Rp14.000 Bisa Makan di Se’i Sapi Kuy PCI
Ki Agus melebarkan sayap usahanya di dunia transportasi dengan membuka layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Untuk bus AKAP, Ki Agus memberikan nama Sudiro Tungga Jaya.
Berawal dari belasan bus pada 2017, kini PO Sudiro Tungga Jaya terus berkembang.
Baca Juga: Ikatan Cinta 2 Oktober Makin Tegang, Aldebaran Selamatkan Ricky Dari Peneror
Bahkan hingga 2021 ini, jumlah armadanya sudah mencapai 122 unit. Saat ini, PO Sudiro Tungga Jaya lebih fokus pada bus AKAP reguler.
Lek Lang menanyakan tantang bisnis di dunia transportasi.
“Tantangan atau cerita yang menarik Mas Agus ketika menjalankan transportasi AKAP, apa sih mas sampai segede ini?,” tanya sang host.
Baca Juga: Wanita Jangan Bangga Dulu Punya Tubuh Langsing, Bisa Karena Penyakit Anarokesia
Ki Agus menjawab, “Di bidang AKAP kita kan menjual jasa, meski kita belum baik. Kita selalu berbenah, dari tim kita, manajemen, sudah memikirkan yang namanya kenyamanan penumpang, keselamatan, itu yang menjadi prioritas,” kata Ki Agus.
Bahkan, kata Ki Agus, mengaku saat ini sudah merubah stigma bahwa PO Sudiro Tungga Jaya yang dikenal lari kencang, namun saat ini lebih mementingkan kenyamanan dan keselamatan penumpang.
“Seingat saya tanggal 3 Juli 2021, kita mengundang KNKT atau Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk memaparkan kepada driver-driver, co driver, mekanik ataupun manajemen kita, untuk merubah menjadi lebih baik. Jikapun masih ada musibah, itu di luar kendali kita,” kata owner PO Sudiro Tungga Jaya atau yang juga sering disebut STJ.
Baca Juga: Jungkook BTS Resmi Dilaporkan oleh Netizen Karena Iklan Terselubung
Lek Lang kembali menanyakan kepada Ki Agus, “tantangan yang lain dalam bisnis bus ini apa suka dukanya Mas Agus?,” tanya Lek Lang lagi.
Ki Agus pun menjelaskan suka duka di bisnis bus AKAP.
Bisnis bus AKAP dengan bus Pariwisata berbeda.
Sebab, jika bus Pariwisata, ketika keluar garasi sudah pasti terima uang sewa dan isi satu orang atau isi 60 orang harga sewanya sama, sementara untuk bus AKAP tidak demikian.
“Kalau AKAP satu sisi yang ramai, satu sisi yang sepi. Tergantung manajemen mengelolanya bagaimana,” katanya.
Ki Agus juga menceritakan sukanya, ketika bus ramai dari Jabodetabek dan dari Jawa Timur atau Jawa Tengah, maka akan diterapkan sistem putar balik.
Baca Juga: Anyaman Noken Dibeli Presiden Jokowi, Begini Rasa Senangnya Mama-mama Papua di Jalan Sentani
“Kadang ada istilah mobil putar balik, berarti ada di daerah barat atau timur penumpangnya ramai. Itu sukanya,” ungkapnya.
Ki Agus mengungkapkan dukanya bisnis bus AKAP.
Menurutnya, waktu bus maintenance ada spare part yang tidak ready.
Baca Juga: Pola Makan Kita Salah, Zaidul Akbar Sarankan Contoh Makanan Orang Zaman Dulu
“Bukan kita busnya banyak yang berhenti karena maintenance. Ada spare part yang kita harus nunggu berapa bulan, harus memakan waktu sekian minggu bahkan sekian bulan baru datang spare partnya,” paparnya.
Ki Agus menerangkan, guna mengantisipasi adanya bus yang rusak, Ia pun menyebar tim storing di beberapa tempat, seperti Jakarta, Jatiasih, Poris Plawad, Magetan, Madiun, Wonogiri, Yogyakarta.
“Ada yang masuk telinga saya, enaknya naik Sudiro kalau trouble cepat ditangani,” ucapnya.
Baca Juga: Ini Perasaan Wagub Banten Andika Hazrumy Melihat Atlet Muay Thai Banten Lolos ke Final PON XX Papua
Lek Lang juga menanyakan tantangan bisnis bus AKAP di saat pandemi covid-19.
Ki Agus menjelaskan beberapa tantangan bisnis bus AKAP di era pandemi covid-19.
“Kalau dibilang berat atau tidak berat, kita tidak munafik, tetap berat. Semua jenis usaha pasti akan mengalami penuruna di tengah kondisi ini. Tergantung kita memanaj bagaimana dari kru kita bisa mendapat pendapatan, perusahaan masih bisa mendapat pendapatan untuk menggaji karyawannya, bisa menyantuni lain-lain. Kita memutar otaknya luar biasa,” tuturnya.
Baca Juga: Resep Sambal Terasi Mantap, Cocol dengan Nasi Hangat dan Telur Sudah Bikin Nagih
Bahkan, akibat tutupnya tempat wisata saat pandemi Covid-19, PO Sudiro Tungga Jaya juga mengalihkan 40 unit armada pariwisata ke AKAP.
“Kita urus izinnya juga. Strategi itu harua kita keluarkan dari pimpinan perusahaan,” jelasnya.
Ki Agus juga menyebut, PO Sudiro Tungga Jaya saat ini melayani trayek dari Jabodetabek ke Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca Juga: Aldebaran di Ikatan Cinta Ternyata Nama Bintang Paling Terang Selain Kejora
Bahkan, saat ini sudah ada divisi trayek, dengan 122 armada. ***


















