BANTENRAYA.COM – Sejak adanya Covid-19, kita dianjurkan untuk sering cuci tangan pakai sabun atau disinfektan yang dikomentari Dokter Zaidul Akbar.
Namun, sering cuci tangan pakai sabun juga ternyata tidak baik bagi kesehatan kulit tangan kata Dokter Zaidul Akbar.
Ia menceritakan hal itu dalam YouTube Zaidul Akbar Official berjudul ‘Ketidaksinkrongan Bakteri Mulut’ yang diunggah pada Kamis, 30 September 2021.
Baca Juga: Jadwal dan Sinopsis Bioskop Trans TV Jumat 1 Oktober 2021, American Renegades
“Saya berpesan sih jangan terlalu sering mencuci tangan cuci pakai sabun dengan disnfektan yang mengandung bahan-bahan kimia, terutama pembersih-pembersih yang memberikan kulit kita,” kata Zaidul Akbar.
Menurut Zaidul Akbar, jika sering cuci tangan pakai sabun atau disinfektan bisa terjadi dysbiosis, yakni ketidakseimbangan bakteri atau kuman pada tangan.
Hal itu, kata Zaidul Akbar, justru bisa menyebabkan sakit.
Baca Juga: Perpanjang SIM Bisa Sambil Rebahan, Pakai Aplikasi SINAR Ala Korlantas Polri
“Karena di kulit tangan kita ada kumannya, kalau dibunuh dengan disinfektan tadi, kecuali mau operasi, itu lain cerita. Jadi ketika mereka (bakteri) tidak seimbang lagi maka akan muncul (tanda-tanda penyakit) di permukaan kulit, masuk di badan kita. Itu salah satu caranya, jadi sabun-sabun juga bahaya. Saran saya, cari sabun yang sehat, begitu. Kemudian juga sampo, belum lagi kosmetik,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan pembersih yang mengandung bahan kimia dapat merusak ekosistem di tubuh kita.
Jika ekosistem di badan kita rusak, akan muncul tanda-tanda penyakit, seperti bau asam dari mulut, keringat, atau air kencingnya bau.
Baca Juga: Bejat! Dibawa ke Kebun Sawit, Bocah SD di Pandeglang Dicabuli Tiga Tukang Ojek
“(Kalau) ekosistem sudah mulai rusak, dia mulai berikan tanda, tanda asam. Kalau tubuh kita sangat asam, maka mulut bau, kencing bau, BAB bau, keringat bau
Itu tanda orang-orang terlalu asam di tubuhnya,” tegasnya.
Ia menyarankan, agar menggunakan pembersih badan yang tidak mengandung bahan kimia atau tidak sering menggunakan.
Ia mencontohkan, pasta gigi atau odol yang banyak mengandung bahan kimia sintetik.
Baca Juga: Tiga Kali Ganti Walikota Cilegon, Warga Watu Lawang Masih Kesulitan Air Bersih
“Makanya, dalam Islam protokol kesehatan mulut ini diwakili atau diambil alih oleh siwak. Siawak itu masyaallah manfaatnya luar biasa, dia bisa memperbaiki keseimbangan pada mulut kita. Dia bisa menghilangkan atau kariesta. Itu model siwak (kayu siwak) doang, bukan pasta gigi siwak,” sarannya.
Zaidul Akbar menjelaskan, buah-buahan dan sayur yang kita makan juga bisa menjadi penyeimbang bagi keasaman tubuh kita.
Begitu juga buah-buahan atau sayur yang keberadaannya lebih banyak dibandingkan daging-dagingan sebagai tanda bahwa kita disuruh untuk banyak makan buah dan sayur dibandingkan daging.
Baca Juga: Lupa Matikan Api di Tungku, Rumah di Kabupaten Serang Ludes Terbakar
“Empat (jenis) sayur, buah jangan anda lupakan. Lima lah (lima jenis), air putih, sayur buah, rempah dan rimpang. Ngandalin lima ini aja tiap hari, anda mulai biasakan, maka banyak penyakitnya bakal hilang. Dia hilang karena apa? karena keseimbangan tubuh kembali,” katanya.***



















