BANTENRAYA.COM – Sebanyak 80 guru bimbingan konseling atau BK SMP Negeri dan swasta di Kota Serang dikumpulkan untuk mengikuti bimbingan teknis penguatan pendidikan karakter.
Bimbingan teknis penguatan pendidikan karakter untuk guru BK tersebut adalah dalam rangka mewujudkan sekolah tanpa perundungan dan kekerasan seksual.
Bimbingan teknis penguatan pendidikan karakter guru BK itu dilaksanakan di Hotel Flamengo, Kota Serang, Jumat 10 Maret 2023.
Baca Juga: Ammar Zoni Ditangkap Polisi Karena Narkoba, Instagram Irish Bella Diserbu Netizen
Bimbingan teknis penguatan pendidikan karakter dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Serang Tubagus Agus Suryadin.
Tubagus Agus Suryadin mengatakan, guru BK memiliki posisi vital dalam pendidikan karakter.
“Iya sangat vital sekali, karena memang tugas dan fungsi guru BK itu memberikan peringatan dan memberikan sanksi terhadap anak-anak yang melanggar ketentuan di sekolah,” ujarnya, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Dekatkan Pelayanan Adminduk, Kecamatan Kramatwatu Lakukan Jemput Bola ke Warga
Tak hanya sekadar lisan, Ia juga menekankan guru BK harus memberikan sikap keteladanan bagi seluruh siswa.
“Yang pertama ya memang harus memberikan contoh. Contohnya solat berjemaah bareng. Memberikan pakaian yang rapi dan sopan,” ucap dia.
Setelah memberikan keteladanan, lanjut Tubagus Agus Suryadin, guru BK harus memonitoring perkembangan anak didik yang indisipliner.
“Kalau sudah dikasih peringatan, sanksi, dan contoh, guru BK juga harus memantau perkembangan anaknya. Supaya anak itu biar paham dan mengerti perbuatan melanggar ada sanksinya,” jelasnya.
Kepala Bidang SMP Dindikbud Kota Serang Leni Pusparini mengatakan, bimbingan teknis penguatan pendidikan karakter untuk memberikan pemahaman kepada para guru BK.
“Memberikan pemahaman bagaimana sekolah itu tidak ada tindak kekerasan,” tuturnya.
Baca Juga: 7 Makanan yang Bisa Bikin Kenyang Seharian, Cocok untuk Menu Sahur Ramadan 2023
“Misalnya kekerasan seksual, kekerasan kontak fisik guru ke anak didiknya, atau anak dengan anaknya berkelahi. Jadi pemahamannya seperti itu,” ujarnya. ***



















