BANTENRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini kembali menyinggung terkait operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan KPK.
Hal itu ia sampaikan pada saat acara peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 di Jakarta yang disiarkan langsung oleh kanal YouTube Kemetrian RI, dilansir Banteraya.com Rabu 29 Desember 2022.
Dalam acara itu ia mengaku bahwa Indonesia tidak ingin menjadi negara yang terkenal karena sering melakukan giat OTT.
Baca Juga: Harga Tiket Konser Tulus Tur Manusia 2023. Lengkap dengan Jadwal Konser dan Cara Beli Tiket
Ia menilai hampir tidak adanya OTT di negara maju dikarenakan terdapat sistem yang bagus dalam pencegahan korupsi, yakni dengan penerapan digitalisasi.
“Kenapa itu bisa, karena sistemnya bagus. Nah kita sekarang membangun sistem, supaya jangan ada lagi ke depan orang yang terlibat dalam perbuatan-perbuatan tidak terpuji tadi,” ujar Luhut
Bahkan dirinya meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) agar tidak mengurangi frekuensi OTT secara berlebihan.
Baca Juga: YouTube Raditya Dika Kena Hack, Begini Kronologinya: Sempat Berganti Nama jadi Tesla
“OTT-OTT ini kan enggak bagus sebenarnya. Buat negeri ini jelek banget. Tapi kalau kita digital life, siapa yang mau melawan kita,”pungkasnya.
Tak hanya itu saja dirinya memberikan contoh kepada KPK jika OTT yang kita miliki sekarang merupakan bentuk kecanggihan Teknologi dengan metode digitalisasi.
“Karena negara-negara yang bermartabat, negara yang maju, itu membangun sistem digitalisasi,” tutur
Baca Juga: Akun Youtube Raditya Dika Dihack Seseorang Tak Dikenal, Begini Kronologinya
“Semua sudah digitalisasi. Jadi itu akan mengurangi korupsi, mengurangi juga inefisiensi, mengurangi juga OTT-OTT yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini,”ujar dengan menegaskan.
“Inilah membangun satu ekosistem kita bernegara sehingga negara ini jangan jadi negara yang drama. Drama karena Anda senang lihat orang OTT-OTT,” jelasnya.
Pengembangan ekosistem digital, lanjut Luhut, juga akan mendorong efisiensi salah satunya dengan implementasi green and smart port di sejumlah pelabuhan di Indonesia.***



















