BANTENRAYA.COM – Ratusan warga Lingkungan Wilulang, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon berhamburan keluar rumah.
Mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia panik berlarian mencari tempat tinggi untuk menyelamatkan diri saat sirine tanda bahaya berbunyi.
Truk milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon menjadi rebutan warga.
Baca Juga: Mahfud MD Isyaratkan Jokowi Menjadi Aktor Penentu Presiden 2024, Ini Skenario yang Mungkin Terjadi
Sirine tanda bahaya juga terus dibunyikan oleh truk evakuasi milik BPBD Kota Cilegon.
Pemandangan tersebut terlihat saat simulasi bencana gempa bumi berpotensi tsunami yang diselenggarakan BPBD Kota Cilegon pada Jumat, 21 Oktober 2022 sekitar pukul 15.00 WIB.
Simulasi tersebut melibatkan berbagai pihak mulai warga Lingkungan Wilulang, Palang Merah Indonesia atau PMI Cilegon, Basarnas Banten, BMKG Serang, Dorum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB, Tagana, unsur Muspika Pulomerak dan beberapa unsur lainnya.
Baca Juga: Termorex Terdeteksi Berbahaya, PT Konimex Klaim Produk Obat Sirup Produksinya Tidak Menggunakan EG dan DEG
Kepala BPBD Kota Cilegon Nikmatullah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana pada BPBD Kota Cilegon Oman Faturrohman mengatakan, simulasi gempa 8,7 magnitudo berpotensi tsunami.
“Yang kita target dalam Gladi Kesiapsiagaan Bencana kali ini kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadai bencana. Belum ada petugas datang, belum ada stakeholder datang, tetapi masyarakat sudah mandiri melakukan evakuasi apa yang dilakukan pada saat gempa,” katanya, Jumat 21 Oktober 2022.
Oman menjelaskan, sebelum dilakukan simulasi kesiapsiagaan bencana, pihaknya juga melakukan pemberian materi berkaitan dengan bencana alam bagi warga Lebak Gede yang menggandeng PMI Cilegon, Basarnas Banten, dan FPRB pada Kamis, 20 Oktober 2022.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Blind Epsiode 11 Sub Indo, Bukan di Dramaqu, LK21 dan Telegram
“Kemudian pada hari ini (Jumat, 21 Oktober 2022) dilakukan simulasi gempa bumi yang berpotensi tsunami, tetapi bukan pada tsunaminya hingga bencana gagal industri karena beberapa waktu lalu simulasi tsunami dan gagal industri sudah dengan salah satu industri sekitar,” ucapnya.
Gladi Kesiapsiagaan Bencana, kata Oman, melibatkan lebih dari 200 orang.
“Harapan kami semua tidak ada bencana, tetapi kesiapsiagaan tetap harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana, apalagi Lebak GEde ini berdekatan dengan industri,” tuturnya.
Dalam simulasi, kata Oman, terjadi gempa di Perairan Selat Sunda dengan kekuatan 8,7 magnitudo dan getaran dirasakan sekitar 10 detik.
Kemudian, warga Kelurahan Lebak Gede yang merasakan gempa berlarian mencari tempat yang lebih tinggi.
“Selain di Lingkungan Wilulang, disimulasikan penyelamatan warga di sekitar Pantai Medaksa, hingga ke titik kumpul di wilayah yang tinggi di Kecamatan Pulomerak dan dinyatakan aman dari tsunami,” tutupnya.***

















