BANTENRAYA.COM – Memakai baju baru pada Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Bahkan, bagi sebagian orang Idul Fitri atau Lebaran tidak lengkap jika tidak memakai baju baru, terutama bagi anak-anak.
Memakai baju baru merupakan sesuatu yang dianjurkan pada hari raya, bahkan hukumnya sunah.
Baca Juga: Sejarah Cebong dan Kadrun, Seoalah Dipelihara dan Berdampak Negatif Bagi Persatuan dan Kesatuan NKRI
Namun, ada baju yang tidak boleh digunakan atau dipakai oleh umat Islam pada hari raya.
Adapun baju baru yang dilarang Rasullah SAW untuk dipakai, yakni baju yang ada suteranya karena baju tersebut merupakan baju bagi orang yang tidak mendapatkan baju di akhirat kelak.
“Anjuran menggunakan baju baru dan bagus memang ada, bahkan bukan anjuran tapi itu kebiasaan orang dalam berhari raya,” ujar Buya Yahya dikutip bantenraya.com dari akun Youtube Jejak Wali, Senin, 18 April 2022.
Baca Juga: Es Semangka India Terjual 100 Cup Satu Hari
Buya menjelaskan, Imam Bukhori Muslim meriwayatkan satu hadist dari Sayyidina Abdullah bin Umar, bahwa Sayidina Umar bin Khatab pernah membeli jubah dari sutra pada hari raya.
“Nabi melihat apa yang pakai Sayidina Umar dan Nabi berkata ini adalah bajunya orang yang enggak mendaptkan baju di akhirat, enggak boleh pakai baju sutera bagi laki-laki,” katanya.
Namun, Nabi Muhammad SAW tidak melarang umatnya untuk memakai baju yang bagus pada hari raya.
Baca Juga: Mobil Keluarga Jadi Incaran Masyarakat Menjelang Lebaran
“Maka para ulama mengatakan sunahnya kita pakai baju yang bagus kalau bisa baju baru kalau punya duit. Enggak usah pakai ngutang karena enggak wajib juga,” tuturnya.
Ia menuturkan, memakai baju baru pada hari raya dianjurkan untuk menemui tamu yang datang kerumah.
“Jadi tidak ada pengingkaran untuk memakai baju baru, yang dialarang Nabi SAW bukan baju barunya tapi pakai baju yang ada suterannya,” paparnya.
Baca Juga: Presiden Rusia Anggap Konflik Israel dan Palestina Mengancam Rusia, Putin Ancam Serang Israel
Buya Yahya juga mengingatkan, bahwa yang terpenting pada Hari Raya Idul Fitri bukan pakai yang baru namun keimanan dan sesorang yang harus bertambah.
“Tapi ingat hari raya bukan hanya bajunya yang baru tapi orang berhari raya itu imannya yang harus bertambah,” katanya.***



















