BANTENRAYA.COM – Media sosial ramai memperbincangkan dr Sunardi yang ditembak mati oleh Densus 88.
Bahkan, Ketua Dokter Indonesia Bersatu, Dokter Eva Sri Diana Chaniago mengecam penembakan dr Sunardi yang dilakukan Polisi.
Profil Dr Sunardi yang Ditembak Mati Densus 88 akan disajikan di artikel ini,
Dr Sunardi merupaka alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 1986
Dr Sunardi juga termasuk dokter yang produktif menulis buku.
Baca Juga: Soal IKN Nusantara, Presiden Jokowi Minta Pelepasan Kawasan Hutan Dipercepat
Beberapa buku yang pernah dia tulis yiatu ‘Revolusi Ilmuwan Muslim bagi Dunia Kedokteran”, “Nabi saja Suka Buah”, “Pilih Resep Nabi atau Resep Dokter?”, dan “Ayah, Beri Aku ASI”.
Dr Sunardi juga dikenal sebagai pendiri organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah atau Hilal Ahmar (Hasi).
Dr Sunardi ditembak mati oleh Densus 88 Anti-teror Polri di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Polisi berkilah, dr Sunardi melakukan perlawanan saat akan ditangkap sehingga Polisi terpaksa menembaknya.
Baca Juga: Arti Simbol Huruf Z yang Dipakai Tentara Rusia dalam Invasi ke Ukraina, Asal Usul dan Penjelasannya
Densus 88 mengatakan, dr Sunardi adalah terduga teroris.
Dr Sunardi pernah menjabat sejumlah posisi di Jamaah Islamiyah.
Beberapa jabatan yang pernah dipegang dr Sunardi adalah Deputi Dakwah dan Informasi.
Dr Sunardi juga pernah menjabati penasihat Amir Jamaah Islamiyah. ****


















