BANTENRAYA.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan saran kepada pemilik klub sepak bola Persikota Tangerang yaitu Prilly Latuconsina.
Erick Thohir mengatakan, ia sudah lama berkecimpung di industri olahraga dan ingin membagikan pengalamannya soal pengelolaan klub sepak bola dari nasional hingga internasional.
Dikutip Bantenraya.com dalam siaran langsung melalui Instagram bersama Prilly Latuconsina dan Erick Thohir, Menteri BUMN ini mengatakan strategi pengelolaan klub sepak bola Eropa tidak bisa disamakan dan diimplementasikan di Indonesia.
Baca Juga: 1 Menit Yang Lalu, Berikut Ini Kode Redeem ML 9 Februari 2022 Terbaru
Erick yang pernah dipercaya sebagai direktur keuangan Persija Jakarta itu mengungkapkan bahwa pengelolaan klub sepak bola di Eropa juga berbeda juga di Amerika Serikat.
Menurutnya, pendapatan klub sepak bola di Amerika Serikat berasal dari televisi, tiket menonton pertandingan, dan merchandise.
Namun di Eropa, pendapatan klub sepak bola berasal dari televisi, sponsorship, tiket menonton pertandingan dan merchandise.
Baca Juga: Lowongan Kerja Bank Muamalat Februari 2022, Minimal Pendidikan SMA untuk Posisi Teller
“Bukannya di Amerika tidak perlu sponsor, tetapi memang media market di Amerika luar biasa powerful mereka perlu konten sebanyak-banyaknya,” katanya.
“Di Indonesia beda lagi, kita memang kebanyakan masih dari sponsor, lalu ticketing, medianya sedikit, merchandise-nya pun sedikit,” ujar Erick Thohir.
Dengan kondisi tersebut maka Erick Thohir menyarankan agar Prilly Latuconsina perlu menyiapkan strategi budget yang agak berbeda.
Baca Juga: Kompak Pamer Foto Mesra Amanda Manopo-Mischa Chandrawinata Resmi Pacaran?
“Contoh kalau saya bilang 55 persen pengeluaran berdasarkan revenue, kalau di Amerika mungkin mudah diprediksi,” ungkapnya.
“Kalau di Eropa juga mudah tetapi masalahnya kalau di Eropa bola sudah sesuatu yang dikuti setiap hari, mereka kadang tidak disiplin masalah gaji,” tegasnya.
Erick Thohir menambahkan, bahwa di Indonesia pendapatan dalam pengelolaan klub sepak bola memang masih mencari bentuk.
Baca Juga: Benarkan Hubungan Suami Istri Dilarang Setiap Selasa dan Ahad? Ini Jawaban Buya Yahya
Sebab, di sepak bola Indonesia masih pendapatan klub sepak bola masih mengandalkan kucuran dari sponsor.
“Jadi itulah kenapa semestinya di Indonesia mesti disiplin lagi karena ketidakpastian pendapatan dari income bukan dari media,” tambah Erick Thohir.
Menurutnya, egolah yang dapat menutup mata pemilik untuk melihat klub sepak bola dari sudut pandang bisnis.
Baca Juga: Putri Delina Unggah Momen Kedekatannya dengan Mahalini, Netizen: Kakak Ipar Baru
“Harus diseimbangkan antara ego dan bisnis. Memang tidak mudah, tetapi saya yakini kalau kita mau berdisiplin dan me-manage tidak hanya mengejar sebuah nama saja,” katanya.
“Ego harus di-breakdown. Ini yang saya rasa penting juga harus dekat dengan fans,” ujarnya.
Erick juga mengibaratkan bahwa fans bagai darah bagi suatu klub sepak bola. Filosofinya, fans menitipkan klub kepada sang pemilik.
Baca Juga: Kondisi Mekkah Saat Omicron Naik, ini Persyaratan Jemaah Haji dan Umrah
Oleh karenanya, pemilik harus mengelola klub seperti aset bersama. Lebih dari itu, Erick mengapresiasi Prilly Latuconsina yang mau terjun ke industri yang berbeda dari dunia yang ia telah geluti selama ini.
“Saya sangat senang ketika ada wanita memiliki klub bola, karena ini biar menjadi tren yang bagus,” jelasnya.
“Sekarang banyak pemilik olahraga ini muda-muda, ada Raffi, di basket juga ada Gading Marten, Baim Wong,” katanya.
Baca Juga: Dugaan Pungli di Pasar Lama, Inspektorat Kota Serang Audit Investigasi Satpol PP dan DLH
“Ini kita juga mengharapkan pola pikir pengelolaan klub dan liga akan berubah karena adanya generasi baru yang masuk ke industri olahraga,” tutupnya.
Prilly mengungkapkan terima kasihnya kepada Menteri BUMN tersebut.
Ia pun berharap bisa berbincang kembali dan memberikan saran yang menurutnya masih ingin menambah ilmu kepada Erick Thohir dikemudian hari. ***

















