BANTENRAYA.COM – Kabar rotasi mutasi pejabat di Kota Cilegon mulai menghangat seiring harmonisnya hubungan Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta.
Bahkan, Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta dalam pekan ini sering terlihat bersama dan tidak canggung untuk narsis bersama saat foto diberbagai kesempatan.
Baca Juga: Setelah Vaksin Covid-19 Menstruasi Jadi Telat, Wajar Engga Sih?
Soal rotasi mutasi ini kerap menjadi pembahasan menarik dikalangan Aparatur Sipil Negara atau ASN Kota Cilegon.
Bahkan, diskusi dan obrolan warung kopi soal rotasi mitasi para Pejabat Kota Cilegon menghiasi hari-hari mereka bekerja.
Dalam setiap diskusi rotasi mutai kerap mincul berbagai istilah yang tak lazim, sebagai bentuk kode posisi sampai pada istilah lucu dan membuat tertawa.
Berdasarkan perbincangan yang sering diikuti BantenRaya.com ada banyak istilah yang muncul, berikut istilah dan pengertiannya.
Baca Juga: Segera Daftar! Lowongan Kerja Mayora Development Program (MDP) PT Mayora Indah Tbk
1. Tergantung Pimpinan
Kalimat ini paling sering disampaikan para pejabat dari level rendah sampai dengan pejabat eseol II.
Tergantung pimpinan memiliki pengertian jika posisi para pejabat tersebut diserahkan sepenuhnya dengan keputusan Walikota Cilegon Helldy Agustian.
Namun, kalimat tergantung pimpinan bisa juga mengandung arti kepasrahan karena tidak masuk dalam skema apakah naik pangkat, beralih posisi dan lainnya.
Intinya para pejabat tersebut sudah mentok dalam melakukan lobi dan akhirnya pasrah.
Baca Juga: Profil dan Biodata Ria Enes yang Setia pada Boneka Susan yang Ramai Mengenai Spirit Doll
2. Eselon IV Mentok
Istilah ini kerap ditunjukan kepada para pejabat eselon IV yang duduk sebagai Lurah.
Lazimnya para lurah biasanya kalau hanya posisinya digeser ke kepala seksi atau selevel eselonnya, maka kehilangan posisi bergengsi alias mentok.
Bahkan, saat menjadi kepala bidang di dinas sekalipun dianggap kehilanganngengsi sebagai penguasa wilayah paling kecil.
Sebab, saat menjadi lurah meskipun hanya sekupnya terbatas, tapi memegang kendali kebijakn dan juga punya pengaruh politik atau memiliki warga dan sering juga disebut raja kecil.
Baca Juga: Daftar 14 Negara yang Warganya Dilarang Masuk ke Indonesia Demi Cegah Omicron
3. Lukir
Lukir ini mungkin kata yang sudah familiar didengar, dalam istilah rotasi mutasi juga bahasa ini sering muncul saat obrolan.
Sebagaimana lukir dalam istilah permainan catur maka dalam rotasi mutasi memiliki makna hanya bergeser posisi saja, antara dua pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan yang sama.
Misalnya pejabat A dan B saat mutasi dan rotasi sebelumnya hanya bertukar, saat rotasi mutasi sekarang juga bertukar ketempat ketempat semula mereka.
Baca Juga: FPTI Cilegon Kirim 4 Atlet di Kejurda Panjat Tebing
4. Nyongkel
Kata nyongkel atau ngedongkel ini identik dengan pejabat yang mendapatkan posisi dengan memindahkan pejabat yang masih duduk.
Mendongkel ini juga kerap muncul dan memiliki konotasi negatif karena dinilai merebut posisi dan jabatan orang lain.
Namun, tentunya hal itu juga menjadi lumrah pada posisi rotasi mutasi. Sebab, semua pejabat menginkan posisinya naik bahkan dengan mencongkel posisi orang sekalipun.
Baca Juga: Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto Siap Bayar Zakat di Baznas Kota Serang
5. Aci Karambol
Selain istilah lukir dipermainan catur, ada juga istilah di dalam permainan karambol.
Kali ini dalam permainan karambol sering menggunakan bahan tepung aci untuk pelicin papan.
Namun, aci karbol dalam istilah rotasi mutasi maknanya seseorang akan menjadi lurah atau camat saat dilantik, dimana nantinya menggunakan seragam serba putih untuk baju, celana dan sepatu atau disebut seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU).
Lalu untuk biji karambol sendiri bermakna lencana atau jengkol bulat penanda jabatan untuk para lurah dan camat.
Baca Juga: Resmi Philipe Coutinho Memilih Aston Villa, Ketimbang Arsenal dan Newcastel United, ini Sebabnya!
Biasanya bagi mereka pejabat yang akan jadi lurah dan camat akan di beritahukan memakai pakaian aci karambol oleh panitia pelantikan.
Dalam menyiapkan pakaian tersebut, para ASN yang akan dilantik biasanya mendadak mencarinya. Bahkan, tidak sedikit yang meminjam pajaian tersebut dari para lurah dan camat lainnya.
6. Tarikan
Tarikan ini menjadi istilah pejabat memiliki pimpinan atau pejabat ASN punya pengaruh yang membawa dirinya ikut serta dalam dinas yang sama.
Atau tarikan jiga menjadi bagian dari pejabat tersebut direkomendasikan oleh pejabat strategis lainnya.
Baca Juga: 5 Fakta Film Makmum 2, Semua Nomor Bikin Terkaget-kaget
Biasanya istilah tarikan ini berlaku bagi meraka yang masuk dalam perkumpulan baik itu ASN putra daerah, STPDN, atau non lokal.
7. Koperan
Koperan ini menjadi kata juga yang sering disampaikan. Ini biasanya berlaku bagi meraka yang menempuh jalur instan dengan membayar jabatan.
Kondisi tersebut sering dijadikan perbincangan, tapi biasanya akan ramau usai mutasi dan rotasi terjadi.
Koperan dengan memberikan uang tersebut biasanya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi atau hanya desas-desus saja. Sebab, berlawanan dengan hukum.
8. Geser Doang
Geser doang menjadi istilah bagi mereka yang hanya berpindah jabaran namun secara eselon tidak naik.
Misalnya lurah ditempat A hanya bergeser ke kelurahan B, termasuk juga dinas misalnya kepala seksi A bergeser ke kepala seksi B dalam dinas yang sama.
9. Orang Pintar
Orang pintar juga menjadi salah satu yang cukup populer dalan obrolan mutasi dan rotasi.
Baca Juga: Daftar 14 Negara yang Warganya Dilarang Masuk ke Indonesia Demi Cegah Omicron
Hal tersebut lumrah terjadi di Kota Cilegon, dimana beberapa ASN juga masih memiliki kepercayaan terhadap orang pintar yang bisa memberikan jalan atau mempengaruhi keputusan pimpinan.
Terlebih di Banten, penyematan orang pintar biasa didevinisikan memiliki kemampuan spritual.
Tidak jarang para ASN pergi ke orang pintah sebagai bagian dari ikhtiar, baik orang pintar di Banten sampai luar.
10. Baperjakat Bayangan
Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Bayangan ini biasanya disematkan kepada orang yang mampu mengintervensi keputusan rotasi mutasi.
Biasanya yang menjadi Baperjakat Bayangan ini adalah orang yang secara posiso punya pengaruh dengan berbagai kepitusan politik.
Baperjakat Bayangan ini bisa jadi dari kalangan legeslatif, ketua partai politik, tokoh ulama dan masyarakat sampai pada pengusaha yang punya pengaruh di Kota Cilegon.
11. Obrolan Warung Kopi
Kata ini biasanya muncul disela ASN berdiskusi namun ada pihak yang bisa membocorkannya semisal jurnalis atau juga lembaga lainnya.
Baca Juga: Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto Siap Bayar Zakat di Baznas Kota Serang
Kata ini biasanya muncul saat para pejabat membuka obrolan yang cukup sensitif dan enggan dijadikam sumber.
12 Koder atau Kepater
Koder atau kepater menjadi bahasa atau kata yang sering juga muncul saat rotasi mutasi. Kondisi ini berlaku bagi para pejabat yang sudah bertahun-tahun tidak pindah posisi.
Kata ini merupakan bahasa daerah yang sering keluar dalam permainan kelereng.
Jadi sekalipun sudah melempar dengan kuat namun bola kelerang malah tetap masuk dalam lingkaran dan terjebak.
Sehingga, bagi pejabat sudah melakukan lobi sana sini tapi tidak bergeser berarti disebut kepater atau koder tidak beranjak kemana-mana.
Baca Juga: Resmi Philipe Coutinho Memilih Aston Villa, Ketimbang Arsenal dan Newcastel United, ini Sebabnya!
Demikian istilah yang kerap muncul dalam pembahasan atau gurauan para ASN. Hal tersebut menarik dan menambah keseruan dalam setiap diskusi bahkan tak jarang dijadi gurauan untuk melepas penatnya hari-hari mereka berkerja. ***

















