BANTENRAYA.COM – Tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Banten melakukan pertemuan dengan Tim Pengelola Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Untirta.
Pertemuan tersebut langsung dipimpin oleh Wakil Rektor Untirta Bidang Akademik, Pengembangan Inovasi, Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi Riset Agus Sjafari bersama dengan jajarannya.
Dalam pertemuan tersebut, Yayah Rukhiyah, Tenaga Ahli Penanganan Kasus PPA menanyakan perkembangan kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswa Untirta yang ikut dalam Program PMM di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Baca Juga: Dibekali Keterampilan Mumpuni, Lulusan Uniba Siap Berkompetisi di Era Industri 4.0
Yayah meminta kepastian penanganan dan proses hukumnya dan memastikan korban mendapatkan bantuan dan dilindungi oleh PPA dan perguruan tinggi penyelenggara, baik Untirta maupun UNM.
Yayah mengungkapkan bahwa pihaknya prihatin atas kejadian yang menimpa mahasiswa Untirta, dan pihaknya siap bergerak mendampingi dan mengawal berkoordinasi dengan PPA Makassar setelah pertemuan ini.
“Negara hadir memberikan bantuan bagi mahasiswi Untirta yang mengalami pelecehan seksual,” tegasnya.
Baca Juga: Chip Gratis 50B, Ini Kode Penukaran Higgs Domino Island 16 Desember 2021
Tawaran bantuan dari PPA Banten tersebut disambut baik oleh Agus Sjafari. Menurut Agus, Tim PMM sudah diutus untuk mewakili Untirta untuk melakukan pendampingan, baik hukum maupun psikologis.
Agus mengaku, Untirta telah bergerak cepat dan terus melakukan komunikasi dengan korban dan mahsiswa PMM lainnya.
Kemudian pihaknya juga telah mendapatkan respons dari UNM dengan diberikan bantuan pendampingan LBH, trauma healing dan memindahkan mahasiswa dari wisma Lamaca ke Rusunawa UNM.
Dalam kesempatan itu, Agus berterima kasih kepada PPA yang berinisiatif mendatangi pihak kampus dan berharap kasus ini proses hukumnya selesai.
Dengan demikian, mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual bisa menjalankan tugasnya dan konsentrasi pada tugas belajar karena UAS sedang berjalan.
“Karena tujuan dari bagian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satunya untuk memberikan ilmu pengetahuan akan wawasan keberagaman budaya tanah air,” katanya.
Baca Juga: Kronologi Jessica Jane Minta Maaf pada Jerome Polin, Gara-gara Singgung Soal Fisik dan Umur
“Mendorong penguatan dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa,” kata Agus. ***



















