BANTENRAYA.COM – Polres Cilegon masih melakukan pengembangan dan penyelidikan apa modus dan siapa pelaku pembuang bayi di depo sampah Taman Kota Kecamatan Jombang, Senin 13 Desember 2021, kemarin.
Bersamaan dengan penelusuran yang dilakukan pihak Polres Cilegon, ternyata sudah ada ratusan warga yang konfirmasi untuk melakukan adopsi.
Saat ini, pihak Polres Cilegon juga sudah menyerahkan proses assesment kepada Dinas Sosial atau Dinsos Kota Cilegon.
Baca Juga: Potret Kerusakan Gempa Bumi NTT Magnitudo 7,4 hingga BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menjelaskan, pihaknya menerima laporan dan langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dengan mendatangi tempat kejadian.
Saat ini masih ditangani secara hukum.
Namun, saat proses penanganan tersebut pihaknya juga sudah banyak menerima permintaan untuk proses adopsi, sehingga berkoordinasi dengan Dinsos untuk melakukan assesment terhadap proses adopsi.
Baca Juga: Walikota Cilegon Helldy Agustian Raih Penghargaan Smart City dari Kemenkominfo
“Kemarin setelah dibawa ke klinik persalinan untuk mendapatkan perawatan, kami juga sudah berikan berkoordinasi dengan dinsos. Sebab, saat itu juga Polres sudah banyak menerina keinginan warga untuk adopsi,” katanya, Selasa 14 Desember 2021.
Sigit menjelaskan, secara hukum pihaknya akan terus melakukan penelusuran dan penyelidikan apa motif dan siapa orang tua yang tega membuang bayi tersebut.
“Proses kemanusiaan sudah dilakukan. Kami tetap juga akan fokus penanganan hukumnya dengan terus memcari siapa pelaku dan modus pembuangan,” ujarnya.
Baca Juga: Waspada Tsunami NTT, 4 Wilayah Ini Jangan Didekati
“Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan juga di TKP,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cilegon Nur Fatma menjelaskan, saat ini sudah ada ratusan lebih warga yang mengajukan adopsi.
Nantinya, Dinsos Kota Cilegon akan melakukan assesment kepada sejumlah pemohon.
“Syarat adminitasi seperti biasa KK, KTP dan surat nikah. Nanti kami assesment atau wawancara seperti berapa lama menikan dan belum punya anak, lingkungan dan lainnya,” ucapnya.
“Ada juga yang sudah komunikasi langsung dengan saya, dan berdasarkan laporan staf sudah ada ratusan yang meminta,” pungkasnya. ***

















