BANTENRAYA.COM – Pelaku usaha pariwisata atau travel mengeluhkan masih banyaknya wilayah blank spot atau tidak terjangkau jaringan internet di kawasan Banten Selatan.
Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi unggulan di wilayah tersebut.
Salah satu pengusaha travel wisata Ujung Kulon, Yandi, mengatakan tamu yang mengikuti paket wisata sering mengeluhkan sulitnya mengakses internet selama berada di kawasan wisata.
Menurutnya, sebagian besar wisatawan berharap tetap bisa terhubung dengan jaringan internet untuk berkomunikasi maupun membagikan pengalaman perjalanan mereka di media sosial.
“Banyak tamu yang mengeluhkan blank spot di wilayah Banten Selatan, terutama di Pandeglang dan Lebak. Selama wisata mereka tidak bisa mengakses internet,” kata Yandhi.
BACA JUGA : OJK Banten Genjot Inklusi Keuangan Syariah yang Masih Rendah
Dia menjelaskan, persoalan jaringan internet kerap dirasakan wisatawan saat mengunjungi sejumlah destinasi populer, seperti Pulau Peucang yang berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Bahkan, wisatawan yang datang untuk melihat habitat Badak Jawa juga menghadapi kendala serupa.
“Kalaupun ada sinyal, biasanya hanya provider tertentu saja yang bisa tertangkap selama di Ujung Kulon. Itu pun tidak stabil,” ujarnya.
Yandi menilai keterbatasan jaringan internet tersebut dapat berdampak pada pengalaman wisatawan yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Padahal, promosi wisata saat ini banyak bergantung pada aktivitas digital dan media sosial.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 387 wilayah di Provinsi Banten masih mengalami blank spot atau tidak dapat mengakses jaringan internet.
Kondisi tersebut menjadi sorotan anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PAN Riyan Hidayat yang menilai pemerintah daerah belum serius mengatasi persoalan pemerataan akses digital.
BACA JUGA : Dana Sekolah Gratis Tersendat, DPRD Banten Desak Pemprov Segera Cairkan
Riyan mengungkapkan, secara nasional terdapat sekitar 8.000 titik wilayah yang masih mengalami blank spot. Dari jumlah tersebut, ratusan titik berada di Banten.
“Secara nasional ada sekitar 8.000 titik blank spot yang tidak bisa mengakses internet. Dari jumlah itu, ada 387 daerah atau titik yang berada di Provinsi Banten,” kata Riyan.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak lepas dari minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap penyediaan infrastruktur jaringan internet, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Dia juga menyoroti tidak adanya alokasi anggaran khusus untuk mengurangi blank spot di Banten melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Provinsi Banten.
“Tahun 2026 anggaran untuk mengurangi blank spot di Provinsi Banten nol. Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Provinsi Banten tidak menganggarkan sama sekali,” ujarnya. (***)
















