BANTENRAYA.COM – Banjir yang melanda Kota Cilegon pada Minggu, 8 Maret 2026 lalu telah surut.
Namun, usai banjir volume sampah di Kota Cilegon mengalami peningkatan secara drastis.
Peningkatan volume sampah sekitar 15 persen dari hari biasa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, volume sampah mengalami penigkatan dalam beberapa hari terakhir pasca banjir.
“Sudah pasti meningkat. Jadi yang meningkat di daerah tertentu, yang terkena banjir, volume sampahnya meningkat,” kata Sabri pada Rabu, 11 Maret 2026.
BACA JUGA: Hujan Tak Halangi Aksi Bersih, Adpim Pemprov Banten Angkut 90 Kg Sampah di KP3B
Dikatakan Sabri, volume sampah yang mengalami peningkatan terdapat di sejumlah wilayah di Cilegon, seperti Kecamatan Cibeber, Jombang, Purwakarta dan Grogol.
“Seperti di Cibeber, Perumahan Metro, kemudian Bukit Golf di Jalan Sumampir, kemudian juga di Gerem. Itu volumenya meningkat,” kata Sabri.
Selain di wilayah perumahan atau pemukiman, sampah juga meningkat di area sungai berupa sampah rumah tangga.
“Kemudian kalau yang sungai itu Cibeber, Nyi Kambang, Metro, nah itu yang kemarin kita lihat prediksi meningkat juga jumlah sampahnya,” ujarnya.
“Yang banyak yang di sungai. Kemarin ketemu kasur, kemudian ada juga kulkas, ada juga lemari. Di Gerem juga ada kursi. Ada juga tebangan pohon pisang, ada juga ranting-ranting juga banyak,” paparnya.
BACA JUGA: Ditunjuk Jadi Lokasi PSEL, Pemkot Serang Belajar Pengelolaan Sampah di Jepang
Pada hari bias ajika tak terjadi banjir, kata Sabri, sampah yang diangkut setiap harinya kurang lebih 310 ton, namun saat ini pasca banjir volume sampah mengalami kenaikan.
“Normalnya itu yang masuk ke TPA itu, 310 ton perharinya. Ada peningkatan sekitar 10 sampai 15 persen,” terangnya.***


















