BANTENRAYA.COM – Kandang ayam yang baru beroperasi selama lima hari milik PT Gemilang Karya Agri (GKA) di Desa Kadu Agung, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang ludes terbakar pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 23.25 WIB.
Kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik pada pemanas preminton sehingga api menjalar ke seluruh bangunan kandang ayam dan menyebabkan kerugian 3,8 miliar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Yusuf Riesata mengatakan, kebakaran tersebut diketahui oleh karyawan pada saat api mulai membesar.
“Sebab kejadiannya adalah ada korsleting listrik pada pemanas premington. Ketika api sudah besar baru diketahui oleh Karyawan, dan sudah merambat ke seluruh kandang ayam,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, tim pemadam kebakaran mulai melakukan penanganan di lokasi pada Senin 9 Maret 2026 sekitar pukul 00.40 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar 03.58 WIB.
BACA JUGA: MBG Bakal Dorong Peningkatan Pasar Saham, Emiten Peternakan Bakal Untung Besar
”Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Kita mengerahkan satu unit mobil Damkar dan dibantu dengan dua unit Damkar Kota Serang,” katanya.
Akibat kejadian kebakaran pemilik yang bernama Johar (50) mengalami kerugian sekitar Rp3,8 miliar kerena seluruh kandang dan gudang penyimpanan ludes terbakar.
“Kerugian sekitar Rp3,8 Miliyar, adapun yang ludes terbakar ialah kandang ayam, gudang penyimpanan. Kemudian ayam ternak terbakar hidup-hidup,” katanya.
Sementara Camat Gunungsari Sri Rahayu Basukiwati mengatakan, akibat kebakaran tersebut membuat 45 ekor ayam terpanggang hidup-hidup.
“Jumlah ayam di kandang sekitar 45 ekor dan panjang kandangnya sekitar 120 meter. Namun sekarang api sudah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
BACA JUGA: Lapas Cilegon Kembangkan Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Ikan
Ia menjelaskan, penyebab kebakaran tersebut diduga perkirakan dari adanya korsleting listrik dan kebocoran gas di gunakan untuk penghangat ruangan kandang
“Kandang ayam baru diisi lima hari dan masih kecil-kecil. Kejadian itu diduga karena kurang kontrol dari pegawai dan tidak tahu kalau ada kebocoran gas,” katanya.***



















