BANTENRAYA.COM – Peluang melanjutkan studi S2 dengan dukungan pendanaan kembali terbuka melalui program Beasiswa Kominfo yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Program ini menjadi salah satu beasiswa yang cukup diminati karena memberikan kesempatan bagi profesional di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk melanjutkan pendidikan magister di berbagai universitas, baik di dalam maupun luar negeri.
Beasiswa Kominfo Dibuka April–Juli
Pendaftaran program ini biasanya dibuka pada April hingga Juli setiap tahunnya.
BACA JUGA: Spoiler Drakor Our Universe Episode 10 Sub Indo: Momen Canggung Tae Hyung dan Hyun Jin
Beasiswa ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor TIK, baik dari kalangan aparatur sipil negara maupun non-PNS yang memiliki latar belakang pekerjaan di bidang teknologi informasi.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di sektor digital yang terus berkembang pesat.
Melalui pendidikan magister, para penerima beasiswa diharapkan mampu memperkuat kompetensi teknologi, inovasi, serta kebijakan digital yang dibutuhkan untuk mendukung transformasi digital nasional.
Untuk dapat mengikuti program ini, pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan.
BACA JUGA: Hibur Pemudik di Pelabuhan Merak, Sosoro Mall Siapkan Program Mudik Asik On Eksekutif
Calon peserta harus merupakan WNI dan bersedia kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Program ini terbuka bagi pegawai negeri sipil, anggota TNI/Polri yang bekerja di sektor TIK, serta profesional non-PNS yang memiliki pengalaman kerja di bidang teknologi informasi.
Selain itu, pelamar diwajibkan memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun, berusia maksimal 45 tahun, serta belum memiliki gelar S2.
Persyaratan akademik juga menjadi perhatian, di antaranya memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 3,0 serta menyertakan surat rekomendasi.
Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi syarat penting bagi pelamar. Kandidat harus memiliki skor minimal TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 90, atau IELTS 6.5 sebagai bukti kesiapan mengikuti perkuliahan di tingkat internasional.
BACA JUGA: Truk DLH Kota Tangerang Alami Kecelakaan, Dua Motor dan Sebuah Gerobak Bubur Jadi Korban
Beasiswa Kominfo memberikan dukungan pendanaan yang cukup lengkap bagi penerimanya. Program ini mencakup biaya pendidikan, biaya pendaftaran universitas jika diperlukan, biaya kedatangan, hingga tiket pesawat pulang-pergi.
Selain itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan biaya hidup bulanan, tunjangan buku, dukungan penyusunan tesis, serta asuransi kesehatan selama masa studi.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, penerima beasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terbebani biaya pendidikan.
Program ini juga diharapkan melahirkan lebih banyak talenta digital yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ekosistem teknologi di Indonesia.
Bagi para profesional TIK yang ingin meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperluas jaringan internasional, beasiswa ini menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.
Informasi lengkap mengenai jadwal pendaftaran, daftar universitas tujuan, hingga proses seleksi dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika. ***



















