BANTENRAYA.COM – Mencicipi masakan merupakan suatu tindakan yang kerap dilakukan seseorang saat makanan telah siap.
Mencicipi masakan dilakukan untuk mengoreksi rasa agar tidak hambar maupun kekurangan rasa lainnya dalam makanan tersebut.
Akan tetapi beda halnya dengan sedang berpuasa namun harus mencicipi masakan.
Sehingga, hukum mencicipi masakan ketika sedang berpuasa banyak ditanyakan oleh beberapa orang.
Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam kitabnya, Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab menyebutkan demikian seperti yang dikutip dari laman NU Online.
BACA JUGA: Dijamin Mudah! Inspirasi Menu Sahur Ramadan 2026 yang Simpel Dibuat di Rumah
وذوق طعام خوف الوصول إلى حلقه أى تعاطيه لغلبة شهوته ومحل الكراهة إن لم تكن له حاجة ، أما الطباخ رجلا كان أو امرأة ومن له صغير يعلله فلا يكره في حقهما ذلك قاله الزيادي ”
Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan.
Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankannya lantaran begitu dominannya syahwat.
Posisi makruhnya itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang mencicipi makanan itu.
BACA JUGA: Ribuan Warga Serbu Bazar Ramadan Taman Krakatau, 70 UMKM Ramaikan Acara
Berbeda lagi bunyi hukum untuk chef atau tukang masak baik pria maupun wanita, dan orang tua yang berkepentingan mengobati buah hatinya yang masih kecil.
Bagi mereka ini, mencicipi makanan tidaklah makruh. Demikian Az-Zayadi menerangkan.”
Kesimpulannya, mencicipi masakan bagi mereka yang puasa sejauh ia berkepentingan yang dibenarkan syar’i tidak masalah, makruh pun tidak.
Asal saja, usai dicicipi segera dikeluarkan kembali. Jangan ditahan lama-lama, apalagi ditelan. Kalau ditelan bukan hanya haram, tetapi juga membatalkan puasa.***



















