BANTENRAYA.COM – Truk angkutan masih mengular dari Pelabuhan Merak hingga Jalan Cukuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.
Antrean truk masih mengular karena kondisi belabuhan diterjang gelombang tinggi, sehingga proses bongkar muat dilakukan perlahan dan memakan waktu berjam-jam.
Diketahui kondisi cuaca buruk dari Selasa 3 Maret 2025 petang membuat kondisi bongkar muat berjalan lambat dan adanya pembatasan kendaraan yang masuk ke pelabuhan.
BACA JUGA: Desa Sindangheula Gelar Gebyar Ramadan 2026, Puluhan Peserta Ikuti Lomba Islami
Pantauan Banten Raya di lapangan kondisi kemacetan sudah mengular hingga pintu keluar Tol Cilegon Barat hingga pukul 16.00 WIB.
Di mana, para sopir juga sudah puluhan jam menunggu untuk bisa masuk ke dermaga.
Salah satu sopir truk yang terjebak macetdi Cikuasa Atas Samsul menyatakan, dari semalam dirinya sudah terjebak dan berhenti. Kondisi tersebut karena adanya cuaca buruk di pelabuhan.
“Macet dari semalam. Ini saya belum bisa masuk ke pelabuhan,” katanya, Rabu (4/3).
Samsul menyampaikan, selain cuaca buruk tidak dipungkiri jika sekarang intensitas truk angkutan lebih banyak.
Sebab, nantinya akan ada pembatasan bagi truk sekai angkutan logistik selama lebaran.
“Jumlahnya juga nambah jelang lebaran. Jadi emang kondisinya selain cuaca buruk truk juga lagi ramai-ramainya,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu petugas lapangan PT ASDP yang enggan disebutkan namanya menyatakan, proses masuk truk ke pelabuhan dibatasi sebanyak 50 unit saja.
Hal itu untuk memastikan tidak ada penumpukan di dermaga.
“Dibatasi hanya 50 unit yang masuk ke dermaga. Ini karena ada bongkar muat yang lebih lama karena kondisi gelombang yang belum jelas,” ujarnya.
Ia menyatakan, kondisi cuaca buruk sudah menerjabg sejak kemarin Selasa 3 Maret 2026. Dimana, gelombang menerjang sangat kencang dan sejumlah pembatas besi juga rusak.
“Semalam gelombang tinggi sekali. Beberapa pembatas juga rusak karena terjangan gelombang,” ucapnya. ***















