BANTENRAYA.COM – Dalam upaya mempercantik tata kota Cilegon, kabel udara di Pondok Cilegon Indah atau PCI mulai direlokasi oleh PT PLN.
Diketahui, renovasi tata kota menjadi salah satu program prioritas dari Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Robinsar-Fajar dalam masa kepemimpinannya.
Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Cilegon, Heriyansa mengatakan, pihaknya sangat mendukung penuh program penataan dan keindahan kota dari Pemerintah Kota Cilegon.
“Kami memastikan akan membantu merelokasi kabel udara di jalur protokol Kota Cilegon sebagai bagian dari program penataan dan keindahan kota,” katanya pada Rabu, 4 Februari 2026.
Saat ini, pemotongan kabel milik provider telekomunikasi telah rampung, dan kabel PLN tersebut masih dalam tahap persiapan teknis dan koordinasi.
BACA JUGA: Penggunaan Listrik EV di SPKLU Meroket 479 Persen saat Nataru
Pihaknya mengaku sangat mendukung program Walikota Cilegon dalam penataan Kota Cilegon.
Namun perbaikan kabel-kabel tersebut perlu diperbaiki secara teliti, sehingga perlunya dilakukan survei untuk menentukan titik prioritas.
“Kabel listrik ini langsung ke rumah-rumah dan banyak percabangan, jadi perlu dilakukan survei untuk menentukan titik prioritas,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan, untuk tahap awal ini pihaknya memrioritaskan relokasi kabel di jalan protokol terlebih dahulu.
“Yang menjadi prioritas itu jalan protokol dulu, penanaman kabel ini ada polanya,” tuturnya.
BACA JUGA: Warga Cilegon Keluhkan Bambu Penyangga Kabel Listrik di Tengah Jalan Protokol
Ia mengungkapkan, jaringan kabel PLN terdiri dari beberapa jenis, baik kabel udara maupun kabel bawah tanah, sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Kabel ada beberapa macam, ada yang melalui udara dan ada yang melalui tanah,” ungkapnya.
Tahun ini prosesnya akan berjalan, nanti kita koordinasi dulu terkait pelaksanaannya,” tandasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Citangkil Indah mengaku senang Kota Cilegon semakin cantik dan estetik.
“Ya Alhamdulillah senang banyak tempat foto sekarang dan estetik juga tempatnya,” ujarnya.
BACA JUGA: Wisata Waduk Karian, Menyusuri Cerita Kampung yang Tenggelam Untuk Pembangkit Listrik
Tetapi menurutnya, ke depannya perlu adanya perbaikan sistem parkir kendaraannya untuk para pengunjung.
“Banyak yang parkir sembarangan, kalau ada tempat parkir juga bayar. Kalau bisa disediakan tempat parkirnya biar rapih,” tuturnya.
Namun dirinya sempat merasa terganggu dengan adanya biaya parkir yang kerap kali diminta oleh tukang parkir.
“Kalau bisa tempat parkirnya jangan bayar karena warga kan ke sini mau sekalian hiburan,” pungkasnya.***
















