BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana merevitalisasi SD Negeri Ciputat pada tahun 2027.
Revitalisasi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang menjadi langganan SD Negeri Ciputat setiap musim hujan.
Rencana revitalisasi terungkap setelah Walikota Serang Budi Rustandi didampingi Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri dan Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi meninjau SD Negeri Ciputat, Kamis 29 Januari 2026.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, langkah efektif penanganan banjir di SD Negeri Ciputat membangun drainase, dan membuat tembok (benteng) penahan agar air tidak masuk ke kawasan sekolah.
“Karena kemarin banjir di sini itu berasal dari air serapan dari kali yang bocor langsung ke bawah, itu akan kita benteng dulu untuk sementara. Kalau misalkan 2027 nanti dibangun dan dinaikan itu lebih bagus,” ujar Nuri, kepada Bantenraya.com.
BACA JUGA : Tinjau Banjir di SD Negeri Ciputat, Walikota Serang Budi Rustandi Ikut Turun Kuras Genangan Air
Selain membangun drainase dan tembok penahan, kata dia, ke depan Pemkot Serang berencana meningkatkan lahan dan bangunan SD Negeri Ciputat.
”Pak Wali tadi sudah menyampaikan untuk drainase tahun ini, kalau bangunan konstruksi sekolahnya mau dinaikan mungkin tahun depan. Pak wali cepat mengeksekusi hal itu dengan PU,” ucap dia.
Terkait ada penolakan pembangunan drainase sebelumnya, Nuri mengakui bahwa sebelumnya ada penolakan terhadap rencana tersebut, namun untuk kali ini warga mendukung pembangunan drainase untuk mengantisipasi banjir.
”Itu dulu memang ada penolakan, yang tahu persis adalah Pak Lurah. Tapi hari ini Pak Walikota sudah menyampaikan bahwa jangan ada penolakan lagi untuk antisipasi banjir perbaikan drainase, atau saluran saluran air dan ini semua PU yang menata nanti,” katanya.
Menurut dia, peristiwa banjir di SD Negeri Ciputat sudah dua kali.
“Ada dua kali. Tahap pertama disedot oleh BPBD provinsi, dan yang kedua kita sedot lagi. Ada setengah bulan, sudah dua kali kejadian seperti ini banjirnya,” ungkap Nuri.
”Pokoknya saluran air ini naik, debit air tinggi, curah hujan lumayan, itu pasti naik, karena depan belakang kena semua kita,” jelas dia.
BACA JUGA : SD Negeri Ciputat Terendam Banjir, Siswa-siswi Tetap Belajar dari Rumah
Untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa-siswi SD Negeri Ciputat tetap belajar dari rumah (BDR).
“Iya kalau ini besok selesai, besok juga masuk lagi. Tapi kita belum bersih bersih, nanti Jumat kita masukan lagi aja. Kebijakan pendidikan untuk KBM insya Allah Senin mulai secara tatap muka,” pungkasnya. (***)

















