BANTENRAYA.COM- DPRD Kabupaten Serang memanggil Pemerintah Kabupaten Serang untuk melakukan rapat koordinasi masalah banjir.
Rapat tersebut dilakukan untuk mencari solusi bersama penanganan banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Serang.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas menilai Pemkab Serang belum memiliki langkah yang konkret.
“Saya lihat belum ada langkah kongkret. Padahal latar belakang banjir ini sudah bertahun-tahun dan ini harus diselesaikan,” ujarnya.
Ia mendorong Pemkab Serang tidak hanya memberikan bantuan namun harus bisa mencari solusi supaya banjir tidak terus-terusan terjadi.
“Contoh di daerah Cikande yang harusnya penangannanya dibuatkan tanggul, tapi enggak ada. Beberaoa penanganannya juga belum tergambar, karena kemarin di Desa Songgom Jaya saja belum ada bantuan,” katanya.
BACA JUGA : Atasi Banjir, Pemkot Serang Revitalisasi SD Negeri Ciputat Tahun 2027
Anas juga menyoroti lemahnya kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena minimnya anggaran untuk persediaan alat.
“Artinya bahwa BPBD ini harus diberikan anggaran yang cukup untuk penanganan banjir, ngapain dikirim orangnya alatnya enggak ada. Mari kita benahi bersama, artinya kebutuhan BPBD kedepan harus dipenuhi,” jelasnya.
Anggota DPRD lainnya Zuliyanto mengatakan, Pemkab Serang harus membangun sistem peringatan dini untuk.
“Karena mereka lagi enak tidur tiba-tiba banjir datang. Jadi sistem peringatan dini harus dibangun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu dilatih dan diberikan edukasi tindakan pertama apabila datang bencana.
“Perlu melakukan edukasi terkait penanganan banjir. Perlu melatih masyarakat terkait tindakan pertama apabila terjadi bencana,” ujarnya.
BACA JUGA : Tinjau Banjir di Carenang, Zakiyah Pesan Pengungsi Tidak Boleh Kekurangan Makan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk kajian resiko bencana.
“Kita sudah mengajukan anggaran sejak 2022 untuk kajian resiko bencana. Di tahun 2025 untuk peringatan tsunaminya kita sudah diberikan anggaran,” ujarnya.
“Tapi untuk yang banjir dan longsor belum, sehingga kedepan kita bertahap untuk merealisasikan masalah tersebut,” lanjutnya. (***)

















