BANTENRAYA.COM – Kerusakan dan banjir di Jalan Tol Tangerang Merak berefek besar terhadap pengusaha angkutan. Jalan rusak membuat durasi perjalana semakin lama karena harus melintas pelan, sehingga penghusaha angkutan rugi besar dengan bertambahnya durasi waktu perjalanan.
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Cahyo Hendro Atmoko menjelaskan, kerusakan dan banjir sangat mengganggu tranportasi dan logistik. Terlebih di Jalan Tol Tangerang Merak yang merupakan jalur antata Banten dan Jakarta atau antar pelahuan di wilayah tersebut, serta lebih besar lagi dari logistik dari Sumatera menuju Jawa.
“Menambah durasi perjalalan waktu dan sangat mengganggu waktu tempuh truk. Kemudian memberikan efek kerugian pengusaha truk yang sangat signifikan karena perjalan lebih panjang dan utilitas truk menjadi rendah,” katanya, Rabu (28/1/2026).
Cahyo menjelaskan, angkutan yang dibawa ke tol merupakan bahan baku industri dan produk industri untuk konsumen. Dengan adanya jalan rusak membuat lintasan semakin lama dan panjang, hal itu berefek lada bahan baku dan produk semakin lama sampai kepada user dan konsumen.
“Yang kita angkut itu kan bahan baku industri atau juga produk industri yang akan dipakai kustumer dan juga oleh end user. Ini akan berefek terhadap ketersedian barang yang dibutuhkan industri dan juga kostumer,” ujarnya.
BACA JUGA : 373 Kecelakaan di Tol Tangerang Merak Selama 2025, Kelalaian Pengemudi Disebut Jadi Pemicu Utama
Cahyo berharap, provider tol PT Astra Tol diharapkan mencari solusi agar jalan bisa diatasi. Kondisi terjadi sifatnya tahunan, sehingga butuh aolusi yang tepat.
“Itu titik yang berulang jadi harus ada solusi jangla oanjang berupa tanggul dan peninggian jalan. Jadi tidak terjadi lagi kemacetan dan kerusakan,” jelasnya.
Sementara itu, Humas Aptrindo Banten Irhamna mengungkapkan, kondisi jalan rusak cepat membuat kerusakan terhadap kendaraan. Hal itu membuat pengeluaran ekstra harus dilakukan pengusaha angkutan.
“Jalan rusak ini cepat membuat kaki-kaki atau per kendaraan rusak, lalu ban juga sama. Itu akhirnya semakin membuat pengusaha angkutan keluar biaya tambahan,” ujarnya.
Belum lagi, papar Irhamna kondisi jalan yang rusak membuat antrean jalan juga di tol. Hal itu akan sangat membuat bahan bakar juga menjadi bertambah.
BACA JUGA : Lahan di Pinggir Tol Tangerang Merak Bakal Jadi Kebun Jagung
“Ini membuat juga BBM bertanvah jika jalan rusak dan menimbulkan kemacetan,” jelasnya.
Selanjutnya, ujar Irhamna, jalan rusak akan menimbulka risiko kerawanan kecelakaan yang lebib besar lagi.
“Semakin rawan tentu kondisinya untuk masyarakat dan pengemudi angkutan,” pungkasnya. (***)


















