BANTENRAYA.COM – Akses Jalan Raya Leuwidamar tepatnya di Kampung Aweh, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, rusak parah dan berlubang.
Padahal, jalan raya ini diketahui merupakan akses utama menuju tempat wisata budaya Baduy di Kecamatan Leuwidamar.
Pantauan di lapangan, jalan ini terlihat rusak parah berlubang pada seluruh bagian badan jalan. Adapun titik kerusakan terjadi pada sepanjang 500 meter.
Bahkan ukuran lubang yang ada juga relatif besar, diperkirakan mencapai kedalaman 20 sampai 30 centimeter. Dan hampir sebagian menutupi sepenuh area jalan.
Para pengendara roda maupun roda empat yang melintas di jalan ini juga terlihat mengalami kesulitan akibat jalan rusak.
Sesekali, pengendara terpaksa harus melawan arus berlawanan lantaran mengindari jalan rusak tersebut.
Selain itu, akses jalan ini juga sering menjadi lintasan angkutan truk besar bermuatan pasir.
Jarak dari kantor pemerintah Kabupaten Lebak ke Jalan Raya Leuwidamar yang rusak diperkirakan hanya satu kilometer.
Sementara jarak tempuh menuju wisata Baduy dari Alun-alun Rangkasbitung diperkirakan 39 kilometer.
Salah seorang warga setempat, Wawat mengatakan, akses jalan rusak ini sudah berlangsung lama dan tanpa adanya sentuhan perbaikan.
Padahal jalan tersebut berstatus jalan kabupaten dan ramai dilalui lantaran sebagainya menuju tempat wisata. Tak sampai di situ, titik kerusakan sangat dekat dengan Terminal Aweh.
“Sudah lama, dan belum ada perbaikan,” kata Wawat ditemui di lokasi, Senin, 26 Januari 2026.
Wawat mengungkapkan bahwa akibat kondisinya tersebut, lokasi itu kerap terjadi kecelakaan, khususnya pada kendaraan roda dua.
Terlebih ketika hujan turun, kondisi jalan turut tergenang air sehingga kondisi lubang tak terlihat. Belum lagi ketika malam, lokasi tersebut terkenal cukup gelap.
“Iya pernah, ada kali dua Minggu lalu mah kecelakaan di sini. Kalau terus-terusan bisa-bisa makan korban,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengdara roda dua, Rahman menyampaikan, kondisi jalan rusak dekat dengan kantor pemerintahan terlihat sangat kurang pantas.
Menurut dia, jalan aweh seharusnya menjadi atensi bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak lantaran letaknya yang masih ke dalam kawasan perkotaan.
“Saya rasa ini tidak pantas, karena sangat dekat jaraknya dengan kantor pemerintahan. Dan pasti pejabat atau DPRD juga pernah lewat sini, masa dibiarkan,” kata dia.
Ia menilai akses jalan rusak dapat membahayakan pengguna jalan. Ia berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki akses Jalan Raya Leuwidamar yang saat ini dalam kondisi rusak.
Sebagai warga Rangkasbitung, Rahman berharap jalan tersebut mendapatkan penanganan tahun ini.
“Saya harap segera diperbaiki, karena bahaya. Masa awal tahun 2026 masyarakat disajikan jalan rusak,” tandasnya. ***

















