BANTENRAYA.COM – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon sebenarnya sedang memelihara bencana banjir.
Hal itu terlihat dari upaya Pemkot Cilegon yang masih fokus terhadap penanganan bencana dan sebatas membahas hal teknis saja.
Bagi mereka, seharusnya Pemkot Cilegon bicara soal pencegahan atau membahas hal yang fundamental.
BACA JUGA: Dindikbud Banten Tak Main-main, Tegaskan akan Copot Calon Kepsek yang Main Uang
Salah satu yang harus dilakukan adalah mengevaluasi secara keseluruhan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Staf Program Walhi Jakarta Cholis menyatakan, ada bencana struktural di Kota Cilegon tetapi pembahasan masih seputar penanganan atau teknis saja, Pemkot Cilegon belum mau bicara soal pencegahan atau hal yang fundamental.
“Bencana struktural karena lagi-lagi kita harus lihat dari RTRW (rencana tata ruang dan wilayah) Cilegon setelah di lihat memang seoalah-olah, khususnya bencana banjir tetap dirawat,” ujarnya.
BACA JUGA: Realme C85 5G Kini Hadir di Indonesia, Baterai Jumbo dan Tahan Air Jadi Andalan
“Pembahasanya selama ini soal penggulangan bukan pencegahan, pembahasanya juga di wilayah teknis bukan fundamental,” katanya, Rabu 14 Januari 2026.
Cholis melihat, dari analisa lingkungan hidup daya tampung dan daya lingkungan hidup sudah rusak dari hulu sampai hilir.
“Banjir terjadi karena daya tampung wilayahnya tidak memadai, di hilir terjadi betonisasi dan di hulu terjadi deforestasi tambang pasir,” ucapanya.
Ia menjelaskan, Pemkot Cilegon dinilai masih gagap dalam penanganan. Dalam setiap rapat hanya membahas soal teknis saja.
“Masih gagap melihatnya. Belum ada hal fundamental menyelesaikannya,” ujarnya.
Cholis mengungkapkan, salah satu hal yang harus dilakukan adalah melakukan kajian terhadap RTRW yang ada sekarang. Dimana, harus diubah dan dievaluaso secara total.
“Berharap DPRD bisa mengkaji ulang RTRW kalua bisa direfisi, sehingga bisa berdasarkan struktur geologi di Kota Cilegon,” pungkasnya. ***
















