BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar menginstruksikan kepada ASN di Kota Cilegon untuk membawa bibit pohon setinggi 1 meter.
Bibit tersebut dipersiapakan untuk program penanaman satu juta pohon di Kota Cilegon.
Hal itu dilakukan untuk menjaga ekosistem, pencegahan banjir dan erosi tanah di Cilegon.
Dalam surat bernomor 500.4.5/773/Eksda yang ditandatangani Walikota Cilegon Robinsar pada 12 Januari 2026 menginstruksikan jajaran ASN yakni kepala OPD sebanyak 20 Pohon, Eselon III serta Fungsional Madya 15 pohon, eselon IV dan Fungsional Muda 5 pohon dan staf pelaksana 1 pohon.
Tidak hanya ASN saja, dalam surat tersebut BUMD juga diminta untuk melakukan hal yang sama yakni komisaris dan direksi 20 pohon, manajer 15 pohon, supervisor 5 pohon dan staf 1 pohon.
Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengungkapkan, program tersebut sementara untuk ASN dan BUMD dahulu. Nantinya pohon akan di tanam di area tambang di 4 kecamatan.
“Ini untuk internal dulu. Dimana ada program menanam satu juta pohon. Pohon sendiri akan ditanam di bekas atau area pertambangan,” jelasnya.
BACA JUGA : Anggaran Buffer Stock Kebencanaan Bakal Dikelola Kecamatan, Kota Cilegon Butuh 10 Ribu Paket per Tahun
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan DLH Kota Cilegon, imbuh Aziz, dimana ada 300 pohon yang akan diberikan.
“Untuk sementara internal dulu. Dimana ini akibat tambang menyebabkan banjir salah satunya yah. Jadi harus dihijaukan,” ucapanya.
Aziz mengamini, sebenarnya penghijauan area tambang harus dilakukan pelaku usaha tambang. Namun, setelah diamati tidak ada penghijauan yang dilakukan, sehingga pemerintah turun.
“Sepengamatan kami belum ada yah yang dilakukan untuk penghijauan. Padahal itu kan tanggungjawabnya mereka,” pungkasnya. (***)















