BANTENRAYA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penerlitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Cilegon mendorong adanya penanaganan bencana hingga wilayah atau kecamatan.
Salah satunya yakni dengan menyediakan anggaran untuk buffer stock, dapur umum dan siaga bencana untuk kecamatan.
Hal itu agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
BACA JUGA: Gantikan Xabi Alonso, Ini Rekam Jejak Alvaro Arbeloa Pelatih Baru Real Madrid
Diketahui, selama ini anggaran buffer stock ada di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon. Dimana pada 2026 anggaran buffer stock tersebut mencapai Rp280 juta untuk 1.500 buffer stock.
Angkanya sendiri masih sangat minim. Hal itu karena korban banjir dalam dua pekan terakhir mencapai 4 ribu lebih keluarga atau rumah dan hamper 12 ribu lebih korban jiwa.
Plt Kepala Bappedalitbang Kota Cilegon Ahmad Jubaedi mengatakan, Pemkot Cilegon dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 akan mendorong penanganan bencana hingga wilayah.
Di mana, program buffer stock logistik, dapur umum, serta anggaran siaga bencana akan ada di kecamatan, sehingga nantinya mampu merespons cepat saat bencana terjadi.
“Kami dorong pendelegasian kewenangan ke kecamatan. Jadi tidak hanya di Dinas Sosial, tetapi kecamatan juga memiliki kesiapan anggaran dan logistik sesuai peta rawan bencana,” katanya, Selasa 13 Januari 2026.
Kebijakan ini akan mulai diformalkan dalam dokumen RKPD 2027 dan menjadi pedoman program pembangunan Kota Cilegon ke depan.
Fokus penguatan berada pada wilayah-wilayah yang masuk dalam peta rawan banjir di Kota Cilegon, dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah kota, kecamatan, dan masyarakat.
“Melalui strategi ini, Pemkot Cilegon bisa menangani bencana dengan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran. Ini demi wujudkan kota yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Damanhuri mengungkapkan, butuh sebanyak 10 ribu sampai 20 ribu buffer stock per tahun yang harus disiapkan Pemkot Cilegon.
Namun, sekarang anggaran hanya Rp280 juta dan hanya cukup untuk 1.500 paket saja.
“Sekarang ada 1.500 paket saja. Jadi kebutuhan sebenarnya itu 10 ribu sampai 20 ribu paket,” pungkasnya. ***
















