BANTEN RAYA.COM – Satu dari tiga tanggul sungai yang jebol sulit diperbaiki. Padahal kondisi tanggul jebol sepanjang kurang lebih 20 meter tersebut menjadi penyangga utama agar air tidak masuk pemukiman terutama lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber.
Pantauan Banten Raya di lapangan ada 3 tanggul yang jebol di Sungai Cibeber, dua diantaranya sudah diperbaiki sementara dengan memasang bambu yang di halangi pasir karung.
Namun, tanggul yang menjadi penyebab utama banjir sendiri tidak bisa diperbaiki karena akses alat berat tidak bisa masuk.
Untuk tanggul sendiri sebenarnya sudah jebol sejak banjir pada Jumat 2 Januari 2026 lalu. Namun, tidak bisa diperbaiki karena alat berat tidak bisa masuk.
Ketua RT 03, RW 12 Perumahan Praja Mandiri Ahmad Achrom mengungungkapkan, untuk dua titik yang menempel ke perumahan sudah diperbaiki dan sebagiannya menggunakan swadaya masyarakat dengan tanggul pasir dan bambu.
BACA JUGA : Hujan Terus Menerus, 5 Kecamatan di Kabupaten Serang Diterjang Banjir
“Satu titik lagi belum diperbaiki karena aksesnya tidak bisa masuk alat berat. Itu padahal yang langsung menuju Sambirata. Jadi itu sulit diperbaiki,” katanya, Senin (12/1/2026).
Achrom menyampaikan, jebolnya tanggul tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak Jumat 2 Januari 2026 lalu. Namun, belum diperbaiki.
“Jebol minggu (pekan-red) lalu pas banjir itu. Sudah ditinjau tapi belum diperbaiki karena memang aksesnya sulit,” ujarnya.
Achrom menjelaskan, pondasi yang tidak kuat dan tipis membuat tanggul tidak bisa menahan air yang deras dari hulu, sehingga jebol.
“Airnya sangat, pondasi tanggul juga tidak kuat, sehingga jebol,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna belum memberikan jawaban sata dikonfirmasi soal penanganan tanggul jebol tersebut. (***)

















