BANTENRAYA.COM – Sejumlah toko emas di Banten, mulai memasok perak sebagai komoditas logam mulia baru, yang kian diminati oleh masyarakat sebagai aset investasi.
Posisi perak banyak diburu lantaran harga emas yang semakin meningkat, kini pasaran emas untuk ukuran 1 gram tercatat Rp2,63 juta, sementara harga perak masih berada di kisaran Rp50 ribu per gram.
Karyawan Toko Mas Pulau Indah Serang Louis Morgan mengatakan, minat masyarakat terhadap perak cukup tinggi terpantau dari pecahan perak 50 gram yang kini harus dipesan dengan cara pre order.
BACA JUGA: Curhat Warga Cibeber Cilegon, Keluhkan 20 Tahun Rumahnya Selalu Terkena Banjir
“Ukuran 50 gram ini banyak yang minat, stok kita terbatas dan harus PO, untuk sekarang saja kita hanya tersedia pecahan 100 gram, 500 gram dan 1 kilogram,” kata Louis kepada Bantenraya.com di Pasar Royal, Kota Serang, Senin 12 Januari 2026.
Kendati demikian, alih-alih menyarankan emas, Louis tetap menilai emas sebagai aset yang memiliki nilai jual stabil agar masyarakat dapat fleksibel melakukan transaksi apabila dibutuhkan dalam kondisi mendesak.
“Kalau perak selisih buy back nya cukup jauh misalnya untuk ukuran 100 gram harga beli hari ini Rp6,5 juta sedangkan buyback hanya Rp4,3 juta. Butuh waktu yang lama kalau sekedar untuk investasi,” jelasnya.
BACA JUGA: Ramadhan 2026 Mulai Tanggal Berapa? Cek Kalender Muhammadiyah dan SKB 3 Menteri
Selain itu, Louis juga menjelaskan untuk ukuran perak murni 500 gram seharga Rp30 juta hanya mendapatkan buy back Rp21 juta dan untuk ukuran 1 kilogram Rp55 juta dengan buy back Rp43 juta.
“Sekarang banyak yang jualan secara online juga, saya menyarankan agar selektif dan memilih brand ternama seperti antam atau lotus archi. Kami juga menerima penjualan dari masyarakat, namun harganya lebih rendah lagi,” cakapnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap perak juga sejalan dengan harga yang terus meroket sepanjang tahun 2025 mencapai 160 persen.
Sebagai informasi, negara yang paling banyak memiliki cadangan perak global adalah Peru dengan 140 ribu ton metrik atau estimasi sebesar 22 persen, disusul oleh Australia, Rusia dan China dengan akumulasi cadangan perak global 40 persen.***


















