BANTENRAYA.COM – Banjir setinggi 1,5 meter menjadikan ribuan warga menjadi korban di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Curah hujan tinggi di hulu dan jebolnya tanggul sungai di wilayah Cibeber membuat air meluap ke pemukiman warga.
Air meluap ke pemukiman di Kota Cilegon sendiri terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Lokasi banjir terparah yakni di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber dan Kelurahan Gunung Sugih serta Kelurahan Tegak Ratu Ciwandan.
Di Kecamatan Cibeber ada sebanyak 7 RW yakni RW 1 Lingkungan Cibeber Timur, RW 2 Lingkungan Cibeber Barat, RW 3 Lingkungan Sambirata, RW 4, 5 dan 7 PCI.
Di Ciwandan air merendam Jalan Raya Anyer – Cilegon di tiga titik yakni Cigading, Tegal Ratu dan Randakari.
Sekretaris Lurah Keluraha (Seklur) Cibeber Ansarullah menjelaskan, ada 6 RW yang terparah dari total 13 RW yang ada di Kelurahan Cibeber.
BACA JUGA: Kelurahan Cibeber Jadi Langganan Banjir, Lurah Tb Nasrullah Minta Anggaran Khusus
Hampir 4 ribu orang terdampak dan 2 ribu rumah lebih terendam banjir dan tertinggi mencapai 1,5 meter.
“Air mulai naik sekitar pukul 15.00 WIB. Ini sangat deras dan belum surut sampai sore (petang). Kalau di hulu masih hujan kemungkinan akan semakin tinggi lagi,” katanya, Minggu, 11 Januari 2026.
Ansarullah menyatakan, air yang cepat masuk ke pemukiman tersebut karena tanggul atau tembok penahan tana jebol di Lingkungan Sambirata, Lingkungan Perumahan Praja Mandiri dan Lingkungan Cibereko.
Hal itu membuat luapan air meluas dan dan sangat deras.
“Jebol 3 hari yang lalu. Jadi ini membuat air cepat meluas ke pemukiman dan sangat tinggi di pemukiman,” jelasnya.
Ansarullah menyatakan, saat ini proses evakuasi tengah dilakukan di sejumlah warga yang rumahnya sudah tenggelam.
Evakuasi dilakukan di salah satu madrasah yang ada di Lingkungan Sambirata.
BACA JUGA: Rizki Khairul Ichwan Inventarisasi Langsung Masalah Banjir di Jombang dan Cibeber
“Penanganan sementara ini menurunkan alat berat memperbaiki tanggul. Lalu evakuasi sejumlah warga juga sudah dilakukan,” ujarnya.
Lurah Cibeber Tb Nasrullah menyatakan, pihaknya melakukan evakuasi dan memberikan makanan cepat saji sebagai langkah kedaruratan.
“Proses evakuasi dilakukan dan warga diberikan makanan cepat saji sebagai langkah kedaruratan,” ucapnya.
Agus warga Ciwandan menyampaikan, banjir terjadi di 3 titik jalan nasional atau Jalan Raya Anyer – Cilegon. Dimana titiknya yakni di Tegal Ratu, Cigading depan Koramil Ciwandan dan juga Randakari.
“Jalan di Anyer – Cilegon terendam setinggi lutut orang dewasa. Ini mulai naik sekitar pukul 15.00 WIB tadi,” ucapnya.
BACA JUGA: Pemkot Cilegon Siapkan Skema Penyelesaian Banjir di Ciwandan, Plt Sekda Sebut-sebut Soal Tambang
Agus menyampaikan, titik banjir sendiri karena kondisi air laut juga meluap.
“Karena dari laur juga tinggi. Jadi bertemu di pemukiman dan membuat banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon Suhendi menyampaikan, kondisi banjir yang terjadi, disebabkan intensitas hujan yang tinggi di hulu atau gunung Mancak.
“Yah curah hujan tinggi membuat aliran air sungai meluap. Ini masih akan terus dilakukan pemantauan,” ujarnya.
Suhendi menjelaskan, ada dua kecamatan yang terendam yakni di Cibeber dan Ciwandan. Untuk di Cibeber sudah masuk kepemukiman warga. Lalu untuk Ciwandan sejumlah jalan terendam terutama di Koramil,” jelasnya.
BACA JUGA: Tangani Masalah Banjir, DPRD Kota Cilegon Desak Pemkot Bentuk Satgas
Untuk di Cibeber, papar Suhendi, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasim, terutama di Kecamatan Cibeber.
“Tim turun dan terus dilakukan pemantauan. Evakuasi dilakukan kepada sejumlah warga,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada 2 Januari 2026 sejumlah wilayah di Kota Cilegon juga terendam banjir.
Bahkan, beberapa lokasi yang terendam banjir masih sama seperti yang terjadi pekan lalu.***















