BANTENRAYA.COM – Asosiasi Pembantu Penghulu Desa (Appdesa) Kabupaten Serang menggelar audiensi dengan Pemkab Serang untuk meminta pengakuan dan insentif.
Pasalnya, saat ini keberadaan pembantu penghulu seperti tidak dianggap dan hanya dibayar secara sukarela dari masyarakat saat bertugas melaksanakan tugasnya.
Ketua Appdesa Kabupaten Serang Deni mengatakan, tujuan audiensi tersebut untuk meminta pengakuan dan insentif para pembantu penghulu dari Pemkab Serang.
BACA JUGA: OJK Soroti Peran Influencer Keuangan, Siapkan Regulasi untuk Lindungi Investor Ritel
“Selama ini kami ada, tapi dianggap tidak ada, Jadi belum tersentuh. Justru kami ke sini mengajukan ke Pak Sekda, mudah-mudahan beliau mendengarkan keluhan kami,” ujarnya saat beruadiensi di Ruang Rapat KH Syamun Setda Kabupaten Serang, Selasa 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pendapatan yang didapat dari penghulu desa hanya mengandalkan timbal balik dari masyarakat setelah menjalankan tugasnya.
“Pendapatan kami itu ikhlas beramal, paling dari masyarakat ada timbal balik karena berterima kasih sudah dibantu oleh kami. Untuk penghulunya saat ini hampir 500 orang,” katanya.
BACA JUGA: Suntikan Pinjaman Danantara ke PT KS Rp4,9 Triliun Disoal, PHK Karyawan Dikecam
Deni menuturkan, para penghulu itu berada di bawah naungan kepala desa dan bahkan banyak yang sudah mengabdi sampai 15 hingga 20 tahun.
“Jadi tergantung beberapa periode kepala desa. Karena kami itu ada di bawah naungan kepala desa, jadi honornya keikhlasan dari masyarakat,” jelasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, para pembantu pengukuran itu harus diakui karena telah membantu proses pernikahan masyarakat yang ada di desa.
“Membantu penghulu juga ada yang bertugas sebagai pemandi jenazah. Apa yang mereka lakukan selama ini sangat membantu tugas pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Pihaknya juga akan berupaya untuk bisa memberikan insentif terhadap pembantu penghulu dengan memperhatikan kesiapan anggaran Pemkab Serang.
“Kita masih menghitung tapi intinya ibu Bupati (Ratu Rachmatuzakiyah) berkomitmen untuk membantu penghulu agar bisa melaksanakan tugasnya lebih baik. Selama ini tidak anggarannya dan dari Kemenag juga tidak dianggarkan,” jelasnya. ***

















