BANTENRAYA.COM – PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) Kembali melakukan pembakaran sisa gas produksi atau flaring sejak Minggu 4 Januari 2026. Flaring tersebut terpaksa dilakukan karena proses produksi mengalami masalah atau gangguan.
Berdasarkan surat pemberitahuan, pihaknya akan melakukan proses flaring mulai Minggu 4 Januari 2026 hingga Rabu 7 Januari 2026.
Flaring sendiri merupakan proses antisipasi segera atas kendala teknis yang terjadi di area Pabrik.
BACA JUGA: 2 Alasan Manchester United Pecat Ruben Amorim, Penggantinya Legenda MU
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjamin keamanan, sehingga sisa gas yang tidak terolah dibakar secara aman dan terkendali melalui cerobong khusus.
“Penting kami sampaikan ini roses flaring bagian integral dari standar operasional prosedur global di industri petrokimia maupun migas. Proses pembakaran as atau flaring sebagai langkah antisipasi kendala teknis yang terjadi di area pabrik,” kata General Manager HSE PT LCI Sugeng Priyanto, Senin (5/1/2026).
Sugeng menjelaskan, pihaknya menyadari aktivitas tersebut akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar.Atas dasar itu pihaknya meminta maaf kepada masyarakat.
“Kami akan selalu komitmen memastikan tetap patuh terhadap seluruh aspek keselamatan dan nilai-nilai lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengungkapkan, membenarkan adanya proses flaring yang dilakukan PT LCI. Dimana, LCI juga sudah menyampaikan secara resmi surat pemberitahuan kepada DLH.
” Nah mereka tuh trouble, karena untuk secara teknisnya itu harus dikeluarkan gasnya. Jadi mereka minta waktu seminggu ya,” ungkapnya.
Sabri mengungkapkan, sekarang pihaknya tengah memasang alat pantau untuk memastikan efek flaring tetap aman. Misalnya, secara emisi gas, getaran dan kebisingan semuanya diukur.
“Hari ini kami bergerak ke lapangan. Kami memasang alat pantau. Nanti hasilnya apa bisa disampaikan,” jelasnya.
Kepala Bidang Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Cilegon Andi Rana menjelaskan, proses flaring tersebut menjadi yang kedua dilakukan PT LCI. Dimana, pertama pad Juni 2025 lalu untuk Langkah awal produksi pabrik, sekarang karena ada masalah maka flaring Kembali dilakukan.
“Ini upaya prosedur yang dilakukan jika ada masalah di pabrik petrokimia. Soal masalahnya apa yang pasti terjadi di area produksi Lotte,” pungkasnya. ***















