BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang berekja sama dengan Rumah Tahanan (Rutan) kela II B Serang memberikan pelatihan kepada 25 narapidana.
Pelatihan diberikan sebagai ajang pembinaan terhadap para narapidana asal Kabupaten Serang supaya bisa meningkatkan produktivitas dan penghasilan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pelatihan pembuatan ecoprint tersebut dilakukan selama tiga hari supaya peserta benar-benar bisa membuat produk secara mandiri.
“Pelatihan ini khusus untuk warga binaan asal Kabupaten Serang, sehingga nanti mendapatkan ilmu baru, keterampilan dan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” ujarnya, Selasa 18 November 2025.
Pembinaan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan keterempilan narapidana agar bisa usaha ketika keluar dari Rutan dan mereka tidak bingung mencari pekerjaan.
“Jadi pelatihan-pelatihan yang kita berikan ini supaya mereka tidak diam saja, tapi bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dipasarkan. Pemasarannya nanti bisa share ke kami dan kita akan bantu,” katanya.
BACA JUGA: Diresmikan AHY, Krakatau International Port Kini Layani Kapal Ro-Ro dari Cilegon ke Lampung
Zakiyah menuturkan, setelah para narapidana bebas dari Rutan akan dibina secara keberlanjutan agar bisa menciptakan perekonomian yang baik.
“Pembinaan melalui Diskoumperindag (Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) atau melalui Dinas Sosial (Dinsos). Karena kan harus terus diberikan pendampingan sehingga apa yang mereka dapatkan itu bisa berkelanjutan,” jelasnya.
Kepala Rutan Kelas II B Serang Rangga Permata menjelaskan, selain pelatihan ecoprint, para narapidana juga dilatih usaha lainnya seperti budidaya ikan nila dan lele, serta ternak ayam kampung.
“Biar bagaimanapun mereka anak-anak bangsa yang harus dididik agar ke depannya menjadi lebih baik. Untuk pemasaran kita sudah kerja sama dengan mitra-mitra yang sudah siap menampung,” ungkapnya.
Peserta pelatihan Atikah mengatakan, untuk membuat kerajinan ecoprint tersebut cukup mudah sehingga ia berniat akan membuka usaha.
“Pembuatannya sangat mudah jadi ini dicetak dengan daun-daunan, terus direbus selama dua jam, mungkin nanti saya berniat membuka usaha ecoprint ini,” katanya. ***
















