BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyambut positif pengembangan jalur Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus–Serpong yang digagas melalui kerja sama PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan PT Sinar Mas Land.
Proyek ini dinilai dapat menjadi pendorong pertumbuhan kawasan penyangga Jakarta dan membuka peluang ekonomi baru, khususnya di wilayah Tangerang Selatan.
Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, mengatakan bahwa, inisiatif pengembangan MRT ini memberikan harapan besar bagi masyarakat Banten dan Jakarta dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Wanita 18 Tahun di Rangkasbitung Alami Gizi Buruk, Sang Ayah Bekerja Sebagai Pemulung
“Setidaknya ada empat manfaat utama yang bisa dirasakan dari pengembangan jalur MRT North–South Extension ini,” kata Dimyati usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek tersebut di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis, 24 Juli 2025 kemarin.
Dimyati menerangkan, manfaat yang dimaksud adalah meliputi pengurangan kemacetan, penurunan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi yang berdampak pada penghematan bahan bakar minyak (BBM), dorongan terhadap pertumbuhan kawasan penyangga seperti Tangerang Selatan, serta peningkatan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam bertransportasi.
Menurutnya, pengembangan MRT ini tidak hanya akan mendorong konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan transportasi publik di wilayah Banten.
Baca Juga: Segera Apply! Open Rekrutmen PT Bukit Muria Jaya Penempatan Karawang, Terbuka untuk D3
Ia menyebutkan, kehadiran MRT adalah jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.
“Ini adalah awal dari apa yang saya sebut sebagai ‘angin surga’. Harapan masyarakat Banten terhadap sistem transportasi massal modern yang terjangkau kini mulai terwujud,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa, Pemprov Banten terbuka terhadap investasi dan akan mempermudah proses perizinan bila proyek tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat.
Dimyati juga meminta agar seluruh kendala yang mungkin muncul di lapangan dapat segera dikonsultasikan kepada pemerintah daerah.
“Semuanya akan kami permudah, sepanjang tujuannya jelas dan manfaatnya besar untuk warga Banten,” tegasnya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menyampaikan bahwa, proyek MRT ini memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi transportasi, tetapi juga dalam hal pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga: Timnas Day! Indonesia vs Thailand di Ajang Semifinal ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025
Menurutnya, konsep TOD dapat mendorong tata ruang yang lebih efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada transportasi publik.
“Dengan hadirnya MRT, akan terbuka peluang besar untuk mengembangkan kawasan sekitar jalur sebagai pusat aktivitas ekonomi, hunian, dan komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi,” kata Tri.
Tri menambahkan bahwa proyek ini juga berpeluang menghasilkan pendapatan non-tarif dari sektor iklan dan pengelolaan kawasan, sehingga tidak semata bergantung pada tarif penumpang.
Baca Juga: Antisipasi Rawan Pangan, DKPP Cilegon Siapkan 130 Ton Beras
Ia juga mengungkapkan bahwa, ke depan kerja sama tidak hanya dengan satu pihak, melainkan bisa diperluas dengan pengelola kawasan lain di sepanjang jalur seperti Jaya Group di Bintaro.
“Kajian awal memang sudah dilakukan, tapi tentu ke depan akan diperluas dan lebih rinci dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Intinya, kami ingin pastikan MRT ini tak hanya hadir sebagai transportasi, tapi juga sebagai pengungkit pertumbuhan kawasan,” pungkasnya. ***


















