BANTENRAYA.COM – Ratusan siswa SMPN 1 Kramatwatu memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai awal masuk sekolah.
SMPN 1 Kramatwatu berupaya memberikan lingkungan dan program yang nyaman tanda ada kekerasan dan bulying terhadap peserta didik yang baru masuk sekolah.
Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan SMPN 1 Kramatwatu Faidul Ulum mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan MPLS adalah 288 dari 413 pendaftar.
Baca Juga: GAS! Pendaftaran PLN Mobile Jawara Run 2025 Telah Dibuka, Cek Alurnya Bisa Dilakukan Sambil Rebahan
“Kita melakukan MPLS sesuai dengan juknis dari Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang. Pelaksanaannya selama 5 hari dari mulai hari ini sampai Jumat depan,” ujarnya, Senin 14 Juli 2025.
Ia menjelaskan, para orang tua siswa dianjurkan untuk menyiapkan bekal untuk para siswa supaya bisa mengikuti kegiatan MPLS dengan sehat.
“Mereka dianjurkan untuk membawa bekel dari rumah karena pelaksanaanya sampai pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.
Baca Juga: 13.157 Warga Kabupaten Serang Buat Kartu Kuning di Semester Pertama 2025, Fresh Graduate Mendominasi
“Materinyat idak berbeda dengan tahun yang lalu, cuma penekanannya agak sedikit berbeda,” katanya.
Faidul memastikan, selama MPLS anak-anak dibuat dengan nyaman tanpa adanya kekerasan ataupun tindakan bullying yang dapat membuat trauma pada siswa.
“Kita tidak melakukan macam-macam. Tidak boleh ada bulying, kita pengen anak-anak kita merasa ramah aman dan nyaman. Kakak kelas sudah kita himbau supaya tidak membuat anak kecewa,” jelasnya.
Baca Juga: Tenang, Pemkab Lebak Siapkan Beras untuk Nelayan yang Tak Bisa Melaut Dampak Cuaca Buruk
Ia mengungkapkan dari 413 pendaftar hanya 288 yang diterima menjadi siswa SMPN 1 Kramatwatu dan mulai mengikuti MPLS di hari pertama.
“Yang enggak keterima mencari sekolah yang terbaik menurut mereka dan kita melaksanakan sesuai aturan. Orang tua siswa yang tidak keterima sudah kita jelasin, dan kita kasih arahan,” paparnya.
Pada kegiatan MPLS ini anak anak melakukan tour di setiap sudut sekolah untuk mengenalkan lingkungan yang menjadi tempat bermain dan ruang belajar siswa.
Baca Juga: 3.033 Kendaraan Dinas di Banten Nunggak Pajak, Tunggakan Tembus Rp1,4 Miliar
“Kita buatkan peta sekolah, kemudian siswa berkeliling dan mencatat apa yang ia temukan. Yang paling penting siswa harus tahu visi misi sekolah,” pungkasnya. ***


















