BANTENRAYA.COM – Serapan belanja APBD Pemprov Banten tahun 2025 sampai dengan Mei melampaui rata-rata serapan nasional.
Progres serapan belanja daerah itu membuktikan kinerja Pemprov Banten dalam serapan anggaran masih dalam track yang baik.
“Serapan belanja Pemprov Banten jauh di atas rata-rata serapan nasional,” kata Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti, Kamis 19 Juni 2025.
Rina mengungkapkan, berdasarkan data yang dikeluarkan Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa Provinsi Banten masuk ke dalam 10 besar daerah dengan serapan APBD yang baik.
Bahkan, Provinsi Banten menjadi urutan yang keenam seindonesia setelah Provinsi Jawa Barat, Gorontalo, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat.
“Provinsi Banten berada di urutan keenam nasional,” kata Rina.
Baca Juga: Anak Peyandang Disabilitas di Cibeber Kota Cilegon Ditolak Masuk SD Negeri
Data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri itu adalah data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang paling mutakhir yang dikeluarkan pada 13 Juni 2025.
Data itu membandingkan serapan anggaran dari 38 pemerintah provinsi yang ada di seluruh Indonesia.
Meski pendapatan dan belanja Pemerintah Provinsi Banten saat ini mengalami penurunan namun bila dibandingkan dengan provinsi yang ada di seluruh Indonesia, Pemerintah Provinsi Banten masih dalam kategori baik.
Baca Juga: Sempat Mendapat Perawatan, Lansia yang DIcangkul ODGJ di Kabupaten Serang Akhirnya Meninggal Dunia
Artinya, saat ini mayoritas pemerintah provinsi di Indonesia memang mengalami pelambatan dalam hal realisasi anggaran.
Menurut Rina ada sejumlah alasan mengapa serapan anggaran lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Salah satunya karena banyak pekerjaaan yang masih dalam tahap atau proses lelang pada lelnag barang dan jasa.
Baca Juga: UMKM Dapur Gizi di Tanjung Raja Tumbuh Bersama Dukungan Pembiayaan BRI
“Belanja modal pada pengadaan peralatan dan mesin serta belanja modal jalan irigasi dan jaringan menunggu proses pengadaan barjas (barang dan jasa-red),” kata Rina.
Sebelumnya diberitakan, pendapatan dan belanja Pemerintah Provinsi Banten tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2024.
Data pendapatan dan belanja Pemprov Banten tahun 2025 per 31 Mei 2025 menunjukkan, ada penurunan di kedua item tersebut.
Pendapatan turun 6,76 persen, sedangkan belanja turun 4,86 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
DPRD Provinsi Banten pun mendorong agar Pemerintah Provinsi Banten mempercepat proses serapan anggaran, terutama pada belanja atau pada program yang menyentuh langsung kepada masyarakat. ***


















