BANTENRAYA.COM – Hasil riset sosial dari Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XLV di Kota Cilegon siap jadi kebijakan daerah.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin usai dirinya mendapatkan pemaparan dari Latsitarda yang didalamnya gabungan Para taruna tingkat akhir dari Akademi TNI (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan), serta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Senin (16/6).
Maman menyatakan, riset sosial tersebut memiliki makna strategis, bukan sekadar dokumentasi akademik.
Baca Juga: Sistem Sering Down, Pendaftaran SPMB di Lebak Dikeluhkan Calon Siswa dan Orang Tua
Bahkan, laporan riset yang dipaparkan para peserta merupakan dokumen penting yang bisa menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
“Tim riset sosial yang telah bekerja keras menggali, mengolah, dan menyusun data serta analisis sosial selama kegiatan berlangsung di daerah kami. Hasil temuan lapangan, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, dapat menjadi dasar pertimbangan dalam menyusun kebijakan sosial, pembinaan generasi muda, strategi komunikasi publik, hingga sinergi lintas sektor,” ucapnya.
Disisi lain, papar Maman, masukan dan kritik dari masyarakat juga akan menjadi bahan evaluasi penting dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: IRT Cilegon Jadi Diduga Korban Pembunuhan Berencana, Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati
“Kami berharap hasil riset ini tidak hanya berhenti sebagai laporan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata, seperti pembangunan karakter, pembinaan generasi muda, dan penguatan identitas kebangsaan,” ucapnya.
Sementara itu, Letkol (Kal) Andi Purwanto selaku Tim Penilai dari Akademi TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon, hal itu karena sudah mendukung terhadap pelaksanaan riset sosial oleh para taruna di wilayah tersebut.
“Kami sampaikan terima kasih atas ketersediaan dan kesempatan yang diberikan kepada taruna kami untuk melakukan riset di wilayah Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon,” ucapnya.
Andi juga menjelaskan bahwa pemaparan hasil riset kali ini berfokus pada dua isu utama, yaitu program Makan Bergizi Gratis dan Serap Gabah.
“Kami berharap hasil dari kedua tema riset ini dapat menjadi masukan yang berguna dan aplikatif bagi Pemerintah Kota Cilegon,” tutupnya. ***

















