BANTENRAYA.COM – Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri (Cinanggung Umdawiyah membantah perihal seorang siswanya yang diduga keracunan gegara usai menyantap makan bergizi gratis (MBG).
Umdawiyah menyebut bahwa seorang siswa SD Negeri Cinanggung yang diduga keracunan usai menyantap MBG itu hanya sebuah kabar rumor.
“Itu isu, itu rumor,” ujar Umdawiyah, ditemui di SD Negeri Cinanggung, Senin 5 Mei 2025.
Ia mengaku pihaknya pasti panik jika ada seorang siswanya keracunan MBG.
“Kita juga was-was sebagai guru, kalau memang keracunan harusnya massal karena kita termasuk yang mencicipi,” ucap dia.
Umdawiyah menjelaskan, isu siswanya keracunan berawal dari jajan sembarangan di sekolah.
“Jadi ada anak pagi-pagi jajan es sama mie, begitu setelah jajan anak itu sakit perut,” katanya.
Baca Juga: Walikota Budi Rustandi Bersitegang dengan Warga Saat Tinjau Titik Penyebab Banjir
Mengetahui siswanya mendadak sakit, pihak SDN Cinanggung menghubungi orangtua murid mengabarkan kondisi anaknya yang mendadak sakit.
“Diteleponlah orangtuanya bahwa anaknya sakit perut akhirnya dibawa pulang. Berarti si anak ini sakit perut bukan karena makan MBG, karena memang sudah dibawa pulang ke rumah. Jadi di hari itu anak itu tidak ikut makan, karena MBG ada di istirahat kedua jam 11.00,” jelasnya.
Setelah ada isu kejadian seorang siswanya keracunan, SD Negeri Cinanggung didatangi oleh Pemerintah Kecamatan Serang, Dindikbud Kota Serang, dan perwakilan MBG.
“Bahkan kami sudah ditinjau oleh pak camat, pak lurah, pak Kabid, orang MBG nya, orang BGN nya, jadi memang mungkin ada salah satu anak yang bawa, tapi itu sore hari mungkin dimakannya baru dibukanya. Itu sekali-kalinya ada itu. Tapi kalau anak yang dimaksud muntah dan sebagainya itu tidak ada,” kata Umdawiyah.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada siswanya yang keracunan setelah makan MBG di rumahnya, karena harus makan bersama di sekolah.
“Nggak tau itu. Itu isu. Tapi yang kami tahu di sini anak itu harusnya dimakan di sini, tapi kalau bawa sembunyi-sembunyi Wallahu a’lam. Kami juga masih tanda tanya siapa yang membawa pulang MBG, karena itu, isu. Setelah dikroscek itu tidak ada,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Serang Bakal Bongkar Bangunan Penyebab Banjir di Sumber Maja
Umdawiyah menerangkan, rumornya menu nasi MBG dalam keadaan basi, tapi karena tertutup oleh tempat makan MBG.
“Di hari itu nasi itu bukan basi. Rumornya basi. Yang sore hari itu. Mungkin ketutup panas. Tapi yang membuat saya heran siapa yang membolehkan membawa MBG pulang itu sampai sekarang belum ketemu. Saya tegaskan untuk yang keracunan tidak ada,” tegas Umdawiyah.
Ia juga menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada orangtua murid yang mengeluh atau pun menolak MBG.
“Belum ada orangtua siswa yang datang menolak MBG. Kalau hasil kita tanya ke guru setiap pagi kita breafing berdoa ada tidak ada keluhan MBG ke guru itu tidak ada laporan. Jadi belum ada orangtua yang datang ke sekolah mengeluh soal MBG,” tandas dia.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dindikbud Kota Serang Tubagus M. Suherman mengungkapkan seorang siswa SD Negeri Cinanggung diduga keracunan usai menyantap MBG dari sekolahnya.
Peristiwa seorang siswa SD Negeri di Kota Serang mual-mual terjadi sekitar dua pekan lalu.
“Pernah terjadi di SD Cinanggung diadukan pada kami. Setelah kami data lalu menghadap BGN nya ke sana, ternyata bukan karena faktor makanan. Tetapi karena faktor kelamaan makan. Jadi dikirim makanan jam 10 pagi dimakan jam 5 sore,” ujar Suherman, kepada Bantenraya.com. (***)



















