BANTEN RAYA.COM – Dinas Kesehatan menerima puluhan aduan dan keluhan dari para pemudik dan wisatawan selama momen mudik dan libur hari raya Idul Fitri Fitri.
Keluhan yang ditangani oleh Dinkes Kabupaten Serang sangat bermacam-macam, mulai dari kelelahan, kecelakaan hingga keluhan dari ibu hamil.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Serang Melly Siltina mengatakan, pihaknya sempat melayani keluhan dari ibu hamil di posko Teneng Cinangka.
“Jadi ibu hamil itu niatnya mau silaturahmi ke rumah saudaranya yang ada di Cinangka pada tanggal 2 April. Tiba tiba ada keluhan di bagian perutnya dan langsung di bawa ke puskesmas terdekat,” ujarnya, Selasa (8/4).
Ia menjelaskan, meski sempat mengalami keluhan karena hamil tua namun pasien kembali pulih dan sehat sehingga langsung dipulangkan ke rumah pribadinya.
“Awalnya kita terima laporan karena mau hamil, dan benar saja ada tanda-tanda hamil tua dan mungkin tinggal beberapa hari lagi. Beruntung enggak melahirkan di perjalanan,” katanya.
Melly menuturkan, selain keluhan dari ibu hamil pihaknya juga melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan yang menimpa pengendara motor di dekat posko Cikande.
“Yang paling parah cuma kecelakaan di Cikande dan keluhan dari ibu hamil di Cinangka. Selebihnya masih landai dan tidak ada kejadian yang begitu besar,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pada momen mudik dan libur lebaran ini pihaknya membuka 7 posko yang terdiri dari tiga posko di jalur wisata dan empat posko di jalur mudik lebaran.
Baca Juga: Meski Banyak Pengunjung ,Pariwisata Banten Kecolongan PAD Miliaran Rupiah
“Untuk jalur pemudik hanya ada 4 di Modern Cikande, posko Tambak, posko tol Ciujung, dan posko Kramatwatu. Tiga lagi adalah jalur wisata di posko Ciomas, posko Teneng Cinangka, tdan posko Anyer,” paparnya.
Pasien yang datang ke posko pada tahun 2025 ini cenderung lebih landai dibandingkan dengan momen libur lebaran tahun 2024 yang mencapai ratusan pasien.
“Setelah melakukan pelayanan di posko pasien dirujuk ke Puskesmas terdekat. Rata-rata pasien yang kita tangani itu kelelahan dan kepanasan saat diperjalanan,” tuturnya. (***)


















